![]() |
| Sedekah Pak Bhabin Aiptu Deny |
Suaratime, Pekalongan — Musibah kecelakaan tidak hanya meninggalkan luka secara fisik. Bagi keluarga korban, persoalan biaya pengobatan terkadang menjadi beban lain yang harus dipikirkan di tengah kondisi yang serba sulit.
Namun, di saat seperti itulah kepedulian dari orang lain menjadi sangat berarti.
Hal tersebut dirasakan salah seorang warga Desa Paweden, Kecamatan Buaran, yang tengah menjalani pengobatan setelah menjadi korban kecelakaan. Di tengah proses pemulihan, warga tersebut mendapat perhatian dari Bhabinkamtibmas Desa Paweden, Aiptu Deny Eko Widyantoro, S.H.
Aiptu Deny datang bukan sekadar untuk melihat kondisi warga. Melalui program inovasinya, “Sedekah Pak Bhabin”, ia memberikan bantuan untuk meringankan beban biaya pengobatan warga korban kecelakaan tersebut.
Bantuan itu diberikan sesuai kemampuan sebagai bentuk kepedulian kepada warga binaan yang sedang mengalami musibah.
Bagi sebagian orang, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi keluarga yang sedang menghadapi biaya pengobatan, perhatian itu memiliki arti yang jauh lebih besar.
Warga penerima bantuan mengaku merasa senang sekaligus terharu. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kondisi sulit membuat mereka merasa diperhatikan dan tidak sendirian dalam menghadapi musibah.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Aiptu Deny atas kepedulian yang diberikan.
“Ketika warga tertimpa musibah, Bhabinkamtibmas hadir bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk peduli dan membantu.”
Polisi yang Hadir Tak Hanya Saat Ada Masalah Kamtibmas
Menjadi Bhabinkamtibmas bukan semata-mata tentang menjaga keamanan desa. Ada sisi lain dari tugas tersebut yang menuntut kedekatan dengan kehidupan masyarakat.
Aiptu Deny selama ini aktif melakukan kunjungan kepada warga Desa Paweden, termasuk menyambangi warga yang sedang sakit maupun mengalami kesulitan.
Dari kunjungan-kunjungan tersebut, kondisi masyarakat dapat diketahui secara langsung. Keluhan warga tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi perhatian untuk dicarikan bentuk kepedulian sesuai kemampuan.
Semangat itulah yang kemudian diwujudkan melalui Sedekah Pak Bhabin.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat. Tidak selalu dalam bentuk tindakan besar, tetapi melalui kepedulian sederhana yang dilakukan secara langsung dan menyentuh kebutuhan warga.
Kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepercayaan antara Polri dengan masyarakat.
Kepedulian yang Didorong Pimpinan
Kegiatan kepedulian kepada masyarakat tersebut dilakukan dalam semangat pelaksanaan tugas Polri yang mengedepankan pelayanan dan kehadiran di tengah warga.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtias, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Buaran AKP Sunarto, S.H., terus mendorong personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan secara humanis.
Bagi Bhabinkamtibmas, mengenal warga binaan secara dekat menjadi bagian penting dalam membangun situasi kamtibmas yang kondusif.
Ketika ada warga sakit, mengalami kecelakaan, menghadapi persoalan keluarga, atau membutuhkan perhatian, kehadiran seorang Bhabinkamtibmas dapat menjadi bentuk dukungan moral yang berarti.
Ketika Bantuan Menjadi Pesan Kemanusiaan
Kisah Aiptu Deny dan warga korban kecelakaan di Desa Paweden menjadi gambaran bahwa pelayanan kepolisian juga memiliki dimensi kemanusiaan.
Tidak ada jarak antara seragam polisi dan masyarakat ketika seorang warga sedang membutuhkan pertolongan.
Ada kunjungan. Ada perhatian. Ada bantuan yang diberikan dengan tulus.
Melalui Sedekah Pak Bhabin, Aiptu Deny berusaha menghadirkan makna sederhana dari semboyan “Polisi Hadir, Polri Untuk Masyarakat.”
Bagi warga Paweden, bantuan tersebut bukan hanya soal nominal yang diterima. Lebih dari itu, ada rasa diperhatikan ketika sedang berada dalam keadaan sulit.
Dan terkadang, dalam perjalanan seseorang menghadapi musibah, yang paling dibutuhkan bukan hanya pengobatan, tetapi juga keyakinan bahwa masih ada orang yang peduli.
Dari Paweden, sebuah kebaikan sederhana kembali mengingatkan bahwa kehadiran di tengah masyarakat dapat menjadi bentuk pelayanan yang paling dekat dengan hati.
