![]() |
| Banner Pelatihan Perencanaan Karier Masa Depan Batch 1 |
Suaratime, Sukabumi – Kebingungan dalam memilih pekerjaan berdampak pada penentuan arah karier. Arah karier perlu ditentukan untuk memaksimalkan kinerja pekerjaan di masa depan. Karier merupakan proses perjalanan dengan jangka panjang dimulai dari proses pengenalan diri, penggalian potensi diri, pengembangan kompetensi hingga menemui kesuksesan dalam berkarier di dunia kerja.
Memahami pentingnya perencanaan karier tersebut, LPK Adamssein Institute menghadirkan Pelatihan Perencanaan Karier Masa Depan di Batch 1 (Angkatan Pertama) yang akan diselenggarakan pada 25 Oktober 2026 dilakukan melalui daring menggunakan Zoom. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta memperoleh pencerahan tentang bagaimana tahapan meniti karier di masa depan sehingga pengembangan karier yang dilakukan menjadi tidak sia-sia karena memiliki arahan yang tepat.
Modul Pelatihan Perencanaan Karier Masa Depan ini diolah dan didesain oleh ADAM NURUL HUSSEIN, S.Pd., Gr., C.CDC., selaku Master Trainer di LPK Adamssein Institute dan seorang Pelatih Pengembangan Karier Bersertifikasi. Dalam modul tersebut terdiri dari 10 modul yang dikembangkan dari mulai pembahasan dasar, tahap lanjutan hingga tahapan ilmu praktis yang dapat diterapkan dalam pengembangan kariernya ke depan.
Apa itu perencanaan karier?
Pengertian perencanaan karier atau career planning adalah proses untuk membantu seseorang memahami dirinya sendiri, mengenali pilihan dan peluang yang tersedia, menentukan arah karier, serta menyiapkan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut.
Menurut Donald E. Super, karier bukan sekadar tentang pekerjaan, melainkan bagian dari perjalanan hidup seseorang. Karena itu, perencanaan karier perlu melihat bagaimana seseorang terus berkembang, belajar, dan berubah dari waktu ke waktu.
Menurut Dewa Ketut Sukardi, perencanaan karier merupakan bagian dari perencanaan hidup seseorang. Di dalamnya terdapat proses untuk memahami bagaimana seseorang ingin menjalani kehidupannya, apa yang menjadi harapannya, serta bagaimana ia menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan dan situasi yang dihadapi sepanjang perjalanan hidup.
Menurut Simamora, perencanaan karier adalah proses memahami diri, peluang, pilihan, hambatan, dan konsekuensi karier untuk menentukan tujuan serta menyusun langkah untuk mencapainya.
Karier Perlu Direncanakan, Bukan Sekadar Dijalani
Dalam perjalanan pendidikan maupun memasuki dunia kerja, banyak orang menentukan pilihan karier tanpa benar-benar memahami apa yang sesuai dengan dirinya. Ada yang mengikuti tren, terpengaruh lingkungan, mengikuti pilihan teman, atau sekadar memilih pekerjaan yang dianggap memiliki prospek menjanjikan.
Pilihan seperti itu memang tidak selalu salah. Namun, tanpa pemahaman terhadap diri sendiri dan perencanaan yang cukup matang, seseorang bisa lebih mudah merasa bingung ketika menghadapi perubahan, baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Melalui Pelatihan Perencanaan Karier Masa Depan, peserta diajak melihat perencanaan karier secara lebih menyeluruh. Prosesnya dimulai dari mengenal karier dan memahami diri sendiri, kemudian mengenali peluang di dunia kerja, menentukan tujuan karier, melihat kompetensi yang masih perlu dikembangkan, hingga menyusun langkah nyata untuk mencapainya.
“Perencanaan karier bukan hanya soal menentukan ingin menjadi apa. Yang tidak kalah penting adalah memahami siapa diri kita, kompetensi apa yang perlu dibangun, peluang apa yang tersedia, dan langkah konkret apa yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar penyelenggara pelatihan.
Menurut penyelenggara, memiliki arah karier yang jelas dapat membantu seseorang menentukan prioritas dalam belajar dan mengembangkan diri. Tujuan tersebut juga dapat menjadi pijakan untuk membangun pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin peserta tidak hanya pulang membawa motivasi, tetapi juga memiliki gambaran yang lebih jelas tentang arah kariernya, kompetensi yang perlu dikembangkan, dan langkah-langkah nyata yang bisa mulai dilakukan,” lanjutnya.
Pelaksanaan Acara
Ahad, 25 Oktober 2026
09:00 WIB s.d Selesai.
Sesi 1 (09:00 s.d 12:00 WIB) : Kajian Materi
Sesi 2 (13:00 s.d 15:00 WIB) : Ujian Pemahaman (Syarat Kelulusan dan untuk Mendapatkan Sertifikat Pelatihan minimal mendapatkan 70 poin).
Link Pendaftaran
https://bit.ly/regkariermasadepan
10 Modul yang Membantu Peserta Merancang Masa Depan Karier
Untuk membantu peserta memiliki gambaran karier yang lebih jelas, Pelatihan Perencanaan Karier Masa Depan dirancang dalam 10 modul utama yang saling berkaitan. Setiap modul membawa peserta melalui proses yang bertahap, mulai dari mengenali diri sendiri hingga menyusun langkah nyata untuk mencapai tujuan karier.
Modul 1 — Mengenal Karier dan Perencanaan Karier
Pelatihan diawali dengan pemahaman dasar tentang karier. Peserta diajak melihat bahwa karier bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari perjalanan kehidupan. Pada tahap ini, peserta juga memahami perbedaan antara karier dan pekerjaan serta alasan mengapa karier perlu direncanakan.
Modul 2 — Mengenal Diri untuk Menentukan Arah Karier
Sebelum menentukan ingin berkarier di bidang apa, seseorang perlu mengenal dirinya sendiri. Peserta diajak menggali potensi, pengalaman, kekuatan, kelemahan, serta karakter yang dimiliki sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah karier.
Modul 3 — Minat, Bakat, Nilai, dan Kepribadian
Pilihan karier tidak hanya ditentukan oleh peluang yang tersedia. Minat, bakat, nilai yang diyakini, dan kepribadian juga memiliki peran penting. Peserta diajak memahami berbagai faktor tersebut agar dapat mempertimbangkan bidang karier yang lebih sesuai dengan dirinya.
Modul 4 — Mengenal Dunia Kerja dan Peluang Karier
Setelah mengenal diri, peserta kemudian diajak melihat dunia di luar dirinya. Mereka diperkenalkan pada perkembangan dunia kerja, berbagai peluang karier, serta kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional. Dengan begitu, peserta dapat melihat hubungan antara potensi yang dimiliki dengan peluang yang tersedia.
Modul 5 — Menentukan Tujuan Karier
Memiliki cita-cita saja belum cukup. Cita-cita perlu diterjemahkan menjadi tujuan yang lebih jelas agar dapat diwujudkan. Dalam modul ini, peserta diarahkan untuk menentukan tujuan karier yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kondisi serta potensi masing-masing.
Modul 6 — Analisis Kompetensi dan Career Gap
Setelah memiliki tujuan, peserta perlu mengetahui posisi dirinya saat ini. Peserta melakukan pemetaan terhadap kompetensi yang sudah dimiliki dan membandingkannya dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan karier.
Dari proses tersebut, peserta dapat mengenali career gap, yaitu kesenjangan antara kondisi kompetensi saat ini dengan kompetensi yang masih perlu dikembangkan.
Modul 7 — Strategi Pengembangan Karier
Mengetahui kekurangan kompetensi saja belum cukup. Peserta kemudian diajak menentukan cara untuk mengembangkan dirinya. Strategi tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, belajar mandiri, pengalaman kerja, pengembangan keterampilan, maupun berbagai aktivitas lain yang relevan dengan tujuan karier.
Modul 8 — Personal Branding dan Portofolio Karier
Kompetensi yang dimiliki perlu dapat ditunjukkan dan dikomunikasikan dengan baik. Terlebih di era digital, seseorang perlu memiliki cara untuk memperkenalkan kemampuan dan pengalamannya.
Pada modul ini, peserta diperkenalkan pada konsep personal branding serta pentingnya membangun portofolio sebagai bukti nyata atas kompetensi, pengalaman, dan karya yang dimiliki.
Modul 9 — Membuat Career Roadmap
Setelah memahami diri, tujuan, dan kompetensi yang perlu dikembangkan, peserta mulai menyusun career roadmap. Peta perjalanan ini membantu peserta melihat posisi saat ini, tujuan yang ingin dicapai, serta tahapan yang perlu dilalui untuk sampai ke tujuan tersebut.
Dengan adanya career roadmap, perjalanan karier diharapkan tidak lagi terasa seperti berjalan tanpa arah, tetapi memiliki tahapan yang lebih jelas dan sistematis.
Modul 10 — Career Action Plan
Pada tahap terakhir, seluruh perencanaan diterjemahkan menjadi tindakan. Peserta menyusun Career Action Plan, yaitu rencana aksi yang berisi langkah-langkah konkret yang dapat mulai dilakukan untuk mengembangkan karier.
Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada pemahaman dan perencanaan. Peserta diharapkan pulang dengan arah karier yang lebih jelas, pemahaman terhadap kompetensi yang perlu dikembangkan, serta rencana tindakan yang dapat langsung diterapkan.
Sumber Referensi :
Donald E. Super. Perencanan Karier. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0001879180900561/pdf
Dewa Ketut Sukardi. Perencanaan Karier. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/9575/1/BAB%20I%2C%20IV%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
Simamora. Perencanaan Karier. https://studylibid.com/doc/645155/bab-ii-landasan-teori-2.1.peningkatan-kemampuan
