![]() |
| Bek Manchester United, Lisandro Martínez dan kiper Senne Lammens. (Foto: MUtd). |
Suara Time, Jakarta — Bek Manchester United, Lisandro Martínez, mengungkapkan penyesalannya setelah mencetak gol bunuh diri dalam pertandingan melawan Fulham. Kesalahan tersebut membuat pemain asal Argentina itu merasa sangat terpukul, terlebih kiper Senne Lammens sebelumnya tampil gemilang untuk menjaga pertahanan tim.
Martínez mengakui bahwa gol bunuh diri tersebut terus berada dalam pikirannya. Ia merasa kesalahannya hampir membuat Manchester United kehilangan hasil positif dalam pertandingan tersebut.
“Perasaan saya sangat buruk. Jujur saja, saya hampir membuat kami kalah dalam pertandingan itu. Saya terus-menerus memikirkannya,” ujar Martínez.
Menurut Martínez, Lammens memiliki peran penting dalam menjaga Manchester United tetap bertahan di tengah tekanan Fulham. Sang bek menilai penampilan sang kiper sangat solid dan sejumlah penyelamatan pentingnya membuat tim terhindar dari kebobolan lebih banyak gol.
Martínez menjelaskan bahwa gol bunuh diri tersebut terjadi setelah bola hasil penyelamatan Lammens memantul dan mengenai kakinya. Ia mengaku tidak mampu mengendalikan arah bola sehingga justru masuk ke gawang sendiri.
“Lammens tampil luar biasa hari ini. Dia sangat kokoh di lini pertahanan dan, sejujurnya, dialah alasan kami tidak kebobolan lebih banyak gol. Dia melakukan penyelamatan gemilang, namun saat bola memantul dari kakinya dan mengenai kaki saya, saya gagal mengendalikannya dengan baik,” katanya.
Melihat bola masuk ke gawang sendiri menjadi momen yang sangat berat bagi Martínez. Ia merasa kesalahannya seolah menghapus kerja keras Lammens yang sebelumnya tampil maksimal di bawah mistar.
“Saat melihat bola masuk ke gawang sendiri, rasanya sangat menyesakkan. Setelah semua yang dilakukan Lammens untuk kami, rasanya seolah-olah saya telah menghapus kerja kerasnya hanya karena satu kesalahan itu,” ungkapnya.
Langsung Minta Maaf kepada Lammens
Martínez juga mengungkapkan bahwa dirinya langsung menghampiri Lammens setelah pertandingan berakhir. Ia meminta maaf karena merasa kiper Manchester United tersebut layak mendapatkan hasil yang lebih baik setelah penampilan impresifnya.
“Begitu peluit akhir berbunyi, saya langsung menghampirinya dan meminta maaf. Saya sampaikan permintaan maaf karena dia layak mendapatkan hasil yang lebih baik dari itu,” ujar Martínez.
Meski sempat terpukul akibat gol bunuh diri tersebut, Martínez tetap mengapresiasi semangat juang rekan-rekannya. Ia menyebut Manchester United terus berusaha hingga pertandingan berakhir.
“Syukurlah, tim terus berjuang hingga akhir, tapi harus saya akui, gol bunuh diri itu benar-benar membuat saya terpukul,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana Martínez mengambil tanggung jawab atas kesalahannya sekaligus memberikan penghargaan kepada Lammens yang tampil penting bagi Manchester United dalam pertandingan menghadapi Fulham.
