GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Kursiteras Kembali Lewat “Kereta Terakhir”, Cerita Tentang Waktu, Perjalanan, dan Hal-Hal Yang Tak Sempat Diucapkan

Kursiteras memperkenalkan “Kereta Terakhir”, single terbaru yang mengangkat cerita tentang waktu, perjalanan, perjuangan, dan kesempatan dalam kehidupan.

Suaratime, Jakarta — Kursiteras kembali memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Kereta Terakhir”, sebuah single yang membawa pendengar masuk ke ruang perenungan tentang perjalanan, waktu, kehilangan, dan keputusan-keputusan yang terkadang baru terasa penting ketika kesempatan hampir berakhir.

Kereta terakhir adalah metafora, lagu ini bercerita tentang satu momen ketika seseorang harus tetap berjuang menjalani hidup, walaupun harus bersama segala keraguan.

Bagi Kursiteras, “Kereta Terakhir” bukan semata-mata cerita mengenai sebuah perjalanan hidup. Kereta menjadi simbol dari waktu yang terus bergerak yang menghubungkan ke titik tujuan.

Ada perasaan ingin mengejar, sekaligus kesadaran bahwa dalam hidup tidak semua hal dapat di dapatkan tapi kita harus siap dengan segala hal buruk yang menimpa kita disela-sela perjalanan.

Secara musikal, “Kereta Terakhir” representasi Kursiteras sendiri lagu yang personal dan sederhana. Aransemen dibangun untuk lebih memberikan ruang pada cerita dan emosi, dengan pendekatan band yang organik serta dinamika aransemen musik dengan tempo yang perlahan berkembang sepanjang lagu.

Alih-alih terdengar berlebihan, Kursiteras memilih membiarkan instrumen, melodi, dan lirik berjalan seperti sebuah percakapan dengan diri sendiri.

“Kereta Terakhir berbicara tentang momen ketika kita sadar bahwa kita haru berjuang, bertahan dan tidak menyerah dalam sebuah perjalanan hidup. Pasti ada sebuah titik nanti yang akan memberikan kesempatan kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri kelak,” ungkap Kursiteras mengenai lagu ini.

Melalui lagu ini, Kursiteras kembali mempertahankan pendekatan bermusiknya yang tumbuh secara independen: menjadikan lagu sebagai medium untuk mencatat kegelisahan, pengalaman, serta percakapan-percakapan sederhana yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kereta Terakhir” sekaligus merupakan bagian dari perjalanan musikal Kursiteras untuk memberikan sudut pandang lebih luas untuk insan lain di dunia ini. Pada akhirnya, lagu ini menyisakan sebuah pertanyaan sederhana:

Jika kereta terakhir sudah berada di depan mata, apakah kita akan naik—atau kembali membiarkannya pergi? 

“Kereta Terakhir” dari Kursiteras dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital.

TENTANG KURSITERAS

Kursiteras adalah proyek musik independen yang menjadikan pengalaman sehari-hari, perjalanan hidup, ingatan, hubungan antarmanusia, serta percakapan dengan diri sendiri sebagai bagian dari cerita dalam lagu-lagunya.

Dengan pendekatan musik yang personal, Kursiteras berusaha membuat lagu bukan hanya untuk didengarkan, tetapi juga menjadi ruang bagi pendengar untuk menemukan bagian dari ceritanya sendiri.

MEDIA & COLLABORATION

Instagram: @kursiterass

Spotify: Kursiteras 

Type above and press Enter to search.