GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

522 Pelajar DIY dan Jateng Ramaikan Kontes Roket Air di Jogja

Pelaksanaan Kontes Roket Air Taman Pintar yang diikuti ratusan pelajar DIY dan Jawa Tengah di Taman Budaya Embung Giwangan, Kota Jogja.

JOGJA - Sebanyak 522 pelajar dari DIY dan Jawa Tengah berkumpul di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), Kota Jogja, Sabtu (5/9/2026). Mereka membawa roket air hasil racikan masing-masing untuk bersaing dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar.

Para peserta berasal dari 71 sekolah dengan rentang usia 12 hingga 18 tahun. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam penyelenggaraan kontes roket air yang telah digelar Taman Pintar sekitar 15 kali.

Sekretaris Daerah Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan tingginya partisipasi menunjukkan kontes tersebut masih memiliki daya tarik bagi pelajar. Peserta tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah di DIY, tetapi juga sejumlah daerah di Jawa Tengah.

"Ini merupakan salah satu event unggulan Taman Pintar dalam rangka mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di Kota Jogja dan DIY. Anak-anak bisa mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan yang langsung mereka praktikkan," kata Budi.

Dalam perlombaan tersebut, peserta tidak berlomba berdasarkan tampilan roket maupun jarak terbang terjauh. Pemenang ditentukan berdasarkan kemampuan roket meluncur mendekati sasaran yang berada sekitar 60 meter dari titik peluncuran.

Budi menilai format tersebut membuat peserta harus memadukan pengetahuan dan keterampilan ketika merancang roket. Mereka dituntut memahami dasar kerja roket sekaligus memperhitungkan peluncuran agar dapat mengenai sasaran.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Matanti mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Dari ratusan pelajar tersebut, nantinya akan dipilih 30 peserta untuk mewakili Taman Pintar dalam Kompetisi Roket Air Nasional di Bandung.

"Yang penting anak-anak berproses dan memberikan yang terbaik. Kami ingin mereka belajar bahwa untuk mencapai sebuah sasaran diperlukan perencanaan, kedisiplinan, dan ketelitian," ujar Yetti.

Kontes tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar dari berbagai sekolah untuk bertemu dan berkompetisi dalam bidang sains. Salah satu sekolah yang datang dari luar DIY adalah MTs Negeri 8 Kebumen, Jawa Tengah, yang mengirimkan enam siswa.

Siswa kelas VIII MTs Negeri 8 Kebumen, Khoirul Affan, mengatakan dirinya telah dua kali mengikuti kontes roket air di Jogja. Kali ini dia kembali berlatih bersama rekan-rekannya sekitar satu hingga dua pekan sebelum perlombaan.

"Latihannya di lapangan, mulai dari membuat roket kemudian mencoba. Saya ikut lagi karena ingin menambah pengalaman," kata Khoirul.

Bagi Khoirul dan rekan-rekannya, desain roket bukan menjadi hal utama yang dikejar. Mereka lebih fokus membuat roket yang dapat meluncur dan jatuh sedekat mungkin dengan titik sasaran.

"Simpel saja, yang penting bagus. Semoga bisa juara," ujar Khoirul.

Dengan lebih dari 500 peserta, jumlah peluncuran dalam kontes tahun ini diperkirakan menembus 1.000 kali. Dari persaingan tersebut, 30 pelajar terbaik akan disiapkan melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 17 Oktober 2026.

Type above and press Enter to search.