![]() |
| Peserta Program BAHAGIA bersama mahasiswa KKN berfoto bersama usai kegiatan edukasi di TPQ Nurul Hidayah, Selasa (11/8/2026). (Foto: Dok/Ist). |
Program BAHAGIA dirancang sebagai pembelajaran terpadu yang menggabungkan edukasi kesehatan gigi dan mulut, pengenalan serta regulasi emosi, dan pembelajaran Basic English. Gagasan tersebut berangkat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa anak-anak memiliki potensi untuk menerima pembelajaran kesehatan secara lebih menyeluruh, tetapi belum memperoleh edukasi mengenai anatomi gigi dan fungsinya serta keterampilan mengenali dan mengelola emosi secara terstruktur. Di sisi lain, pembelajaran bahasa Inggris yang diterima anak-anak belum banyak dikaitkan dengan konteks kesehatan dan emosi.
Melalui pendekatan Fun Learning dan Experiential Learning, materi disampaikan dengan metode yang dekat dengan karakteristik anak. Pada sesi kesehatan gigi dan mulut, peserta diajak mengenal anatomi rongga mulut, bagian-bagian gigi beserta fungsinya, serta pentingnya menjaga kesehatan gigi. Pembelajaran didukung pemutaran video animasi edukatif, penjelasan interaktif, demonstrasi menggunakan phantom gigi, pengenalan kosakata bahasa Inggris, hingga kuis sebagai sarana evaluasi pemahaman.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, BAHAGIA juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk memahami kesehatan sosial dan emosional. Melalui sesi psikoedukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis emosi, cara mengenali tanda-tanda emosi, serta strategi sederhana untuk mengelolanya. Materi disampaikan menggunakan media visual berupa PPT dan poster, permainan edukatif, latihan pengenalan emosi, praktik kosakata bahasa Inggris, serta sesi tanya jawab dan kuis.
Pembelajaran bahasa Inggris kemudian diintegrasikan dengan kedua materi tersebut melalui jingle BAHAGIA. Anak-anak diajak mempelajari kosakata seperti teeth, brush, smile, happy, dan brave sambil melakukan gerakan yang berkaitan dengan materi. Gerakan menyikat gigi, menunjuk bagian gigi, tersenyum, hingga latihan menarik napas untuk menenangkan diri membuat proses belajar berlangsung lebih interaktif dan mudah diingat.
Selain jingle, kegiatan juga dilengkapi dengan Vocabulary Board Games dan kuis tebak gambar untuk mengulas kembali kosakata bahasa Inggris, materi kesehatan gigi, serta konsep emosi yang telah dipelajari. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mempraktikkan pengetahuan melalui aktivitas yang menyenangkan.
Rangkaian program BAHAGIA turut dikembangkan melalui produk edukasi yang dapat dimanfaatkan setelah kegiatan berlangsung. Salah satunya berupa infografis mengenai kesehatan, kualitas air bersih, sanitasi, dan kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Materi tersebut memuat informasi mengenai SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 6 (Clean Water and Sanitation), serta informasi pendukung mengenai pentingnya kesehatan dan pendidikan bagi anak. Infografis dicetak dan ditempatkan pada mading TPQ agar dapat menjadi media informasi yang dapat diakses secara berkelanjutan.
Di bidang pemanfaatan data, rangkaian program juga mencakup pengumpulan dan pemetaan fasilitas kesehatan di sekitar Desa Dringo. Data diperoleh melalui survei lapangan, pengambilan koordinat, serta verifikasi informasi fasilitas kesehatan yang tersedia, meliputi layanan kesehatan umum, kesehatan gigi, dan layanan kesehatan mental atau psikologi. Data tersebut kemudian diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghasilkan peta persebaran fasilitas kesehatan yang informatif dan membantu masyarakat mengenali akses layanan kesehatan terdekat.
Pelaksanaan program mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme terlihat ketika anak-anak mengikuti permainan, menjawab pertanyaan, menyanyikan jingle, serta mempraktikkan materi yang diberikan. Meski terdapat perbedaan usia dan tingkat pemahaman peserta, metode pembelajaran yang interaktif membantu menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif dan partisipatif.
“Kami mewakili Dewan Guru TPQ Nurul Hidayah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman kepada anak-anak kami, termasuk hadiah-hadiah yang diberikan pada kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dari pihak kami selama kegiatan berlangsung, termasuk kondisi ruangan yang kurang nyaman, serta tingkah laku anak-anak yang mungkin turut merepotkan kakak-kakak mahasiswa. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada tim KKN,” ujar Aeny Fatimah, perwakilan Dewan Guru TPQ Nurul Hidayah.
Melalui BAHAGIA, edukasi kesehatan tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas. Pengetahuan mengenai kesehatan gigi, kebersihan, pengelolaan emosi, dan bahasa Inggris dikemas dalam bentuk yang dapat dipahami dan dipraktikkan oleh anak-anak. Kehadiran infografis, materi pembelajaran, peta fasilitas kesehatan, serta dokumentasi video aftermovie juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program dan mendukung keberlanjutan edukasi setelah kegiatan selesai.
Program BAHAGIA menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam membangun kesadaran kesehatan sejak dini sekaligus mendukung tercapainya pendidikan yang berkualitas. Dengan menggabungkan edukasi kesehatan, pengembangan sosial-emosional, kemampuan bahasa, pemanfaatan media informasi, dan teknologi pemetaan, program ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
