Suaratime, Kabupaten Bandung, 6 Agustus 2026 — Mencegah stunting ternyata dapat dimulai dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: sebuah piring makan di rumah.
Apa yang tersaji di meja makan, bagaimana keluarga memilih bahan pangan, hingga kebiasaan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dapat menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang tumbuh lebih sehat.
Pesan sederhana namun bermakna inilah yang dibawa mahasiswa KKN PPM Tematik 2026 Universitas Bhakti Kencana (UBK) Kelompok 1 melalui program KEMUNING — Keluarga Masa Kini Paham Nutrisi Seimbang, yang digelar di Madrasah RW 06 Cipanawa, Kecamatan Rancabali.
Sebanyak 27 peserta, terutama ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendapatkan informasi mengenai gizi, tetapi juga diajak melihat bagaimana prinsip hidup sehat dapat diterapkan secara nyata di lingkungan keluarga.
Bukan Sekadar Kenyang, tetapi Apa yang Ada di Dalam Piring
Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi “Isi Piringku” yang disampaikan oleh Moura Keisha.
Dengan pendekatan visual yang sederhana, peserta diajak melihat kembali kebiasaan makan keluarga. Pesannya jelas: memenuhi kebutuhan gizi anak bukan semata-mata memastikan mereka kenyang.
Yang tidak kalah penting adalah memastikan makanan yang dikonsumsi memiliki komposisi yang lebih seimbang dan beragam.
Melalui demonstrasi tersebut, konsep gizi yang terkadang terasa teoritis dibuat menjadi lebih sederhana, dekat, dan mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, edukasi tidak berhenti pada pertanyaan “sudah makan atau belum?”, tetapi berkembang menjadi “apa yang kita sajikan hari ini sudah mendukung tumbuh kembang anak?”
Ketika Strawberry Cipanawa Naik Kelas Menjadi Puding Bergizi
Ada sisi lain yang membuat KEMUNING lebih dekat dengan masyarakat: potensi pangan lokal tidak hanya dibicarakan, tetapi diperkenalkan dalam bentuk produk yang nyata.
Putri Dwi Sipana memperkenalkan puding strawberry sebagai salah satu inovasi yang memanfaatkan potensi lokal Kampung Cipanawa.
Strawberry yang selama ini identik sebagai komoditas pertanian kawasan Rancabali diperlihatkan dari sudut pandang berbeda—bukan hanya sebagai buah segar, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai guna.
Pesan yang ingin disampaikan sederhana: memenuhi kebutuhan gizi keluarga tidak selalu harus bergantung pada bahan pangan yang mahal atau sulit ditemukan.
Potensi yang tumbuh di sekitar masyarakat pun dapat menjadi bagian dari solusi, selama diolah secara kreatif dan dimanfaatkan dengan tepat.
Di titik inilah edukasi gizi bertemu dengan kreativitas dan kearifan lokal.
Keluarga Sehat Tidak Cukup Hanya dengan Makanan Bergizi
KEMUNING tidak berhenti pada pembahasan makanan.
Karena kesehatan keluarga merupakan hasil dari banyak kebiasaan yang saling berkaitan, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai penyakit tidak menular, pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan, serta kebersihan lingkungan.
Ketua TP-PKK Kecamatan Rancabali Dedeh Yuningsih, S.H., M.Kn. menyampaikan materi mengenai penyakit tidak menular (PTM). Masyarakat diajak memahami pentingnya pencegahan melalui pola hidup sehat, pemenuhan gizi yang baik, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Desa Alamendah Hj. Nani Kurniati memperkuat pemahaman peserta mengenai Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan penerapannya di lingkungan keluarga.
Pesan kesehatan kemudian diperluas ke lingkungan tempat keluarga hidup.
Sekretaris Kecamatan Rancabali Iwan Ridwan, S.IKom., M.A.P. mengingatkan masyarakat bahwa lingkungan yang bersih merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan. Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah pentingnya pengelolaan sampah dan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Sebab, keluarga sehat tidak hanya dibangun dari makanan yang baik, tetapi juga dari lingkungan yang mendukung kehidupan yang sehat.
Belajar Hari Ini, Dipraktikkan Sepulang dari Kegiatan
Kekuatan KEMUNING terletak pada cara penyampaian pesannya.
Alih-alih membuat kegiatan menjadi rangkaian ceramah panjang, mahasiswa memadukan penyampaian materi, demonstrasi, pengenalan produk pangan lokal, diskusi, hingga pelayanan kesehatan.
Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya mendengar informasi, tetapi juga melihat contoh penerapannya.
Harapannya, setelah meninggalkan lokasi kegiatan, peserta membawa pulang lebih dari sekadar materi.
Mereka membawa ide baru mengenai bagaimana menyusun makanan keluarga, memanfaatkan potensi pangan lokal, menjaga kesehatan, dan menciptakan lingkungan rumah yang lebih baik.
Penyuluhan Selesai, Pelayanan Kesehatan Berlanjut
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan melalui pelayanan Posyandu RW 06 Cipanawa.
Kegiatan Posyandu dilaksanakan oleh kader RW 06 Cipanawa bersama jajaran terkait, dengan dukungan Puskesmas dan bidan setempat.
Masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk pemberian vitamin A dan obat cacing sesuai dengan sasaran dan ketentuan pelayanan.
Kehadiran layanan tersebut melengkapi pesan utama KEMUNING bahwa menjaga kesehatan anak memerlukan upaya yang berkelanjutan—mulai dari edukasi, pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga pelayanan kesehatan preventif.
Dari Sebuah Kegiatan Menuju Kebiasaan Baru di Rumah
Bagi mahasiswa KKN PPM Tematik 2026 UBK Kelompok 1, keberhasilan KEMUNING tidak hanya diukur dari terselenggaranya sebuah acara.
Makna sesungguhnya justru akan terlihat ketika informasi yang diperoleh mulai diterapkan di rumah.
Ketika keluarga mulai lebih memperhatikan isi piring anak.
Ketika bahan pangan lokal dimanfaatkan dengan lebih kreatif.
Ketika pemeriksaan kesehatan tidak lagi dianggap sesuatu yang bisa ditunda.
Dan ketika menjaga kebersihan lingkungan mulai menjadi kebiasaan bersama.
KEMUNING sekaligus memperlihatkan bahwa membangun masyarakat yang lebih sehat bukan pekerjaan satu pihak. Mahasiswa, kader Posyandu, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.
Kolaborasi tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting dan perbaikan kualitas kesehatan dapat dimulai dari lingkungan terkecil: keluarga.
Sebab pada akhirnya, masa depan anak mungkin saja bermula dari keputusan sederhana yang dilakukan hari ini—apa yang disajikan di piringnya, bagaimana kesehatannya dijaga, dan seperti apa lingkungan tempat ia tumbuh.
KEMUNING membawa satu pesan sederhana: piring yang lebih baik hari ini dapat menjadi awal bagi generasi yang lebih sehat esok hari.
