![]() |
| Sinergi aparat gabungan dan relawan mahasiswa UNTAG Surabaya di kawasan Stasiun Pasar Turi. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Surabaya – Guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026, sebuah Pos Pengamanan (Pospam) terpadu telah didirikan di sekitar kawasan Stasiun Pasar Turi. Pospam ini menjadi titik strategis untuk memantau tingginya mobilitas masyarakat, khususnya pada masa puncak pergerakan penumpang yang berlangsung sejak 18 hingga 25 Maret 2026.
Berada tepat di luar area operasional stasiun, Pospam ini memiliki fungsi utama dalam melakukan pengawasan, pengendalian situasi, serta memberikan pelayanan umum kepada masyarakat. Pos ini beroperasi di bawah koordinasi aparat kepolisian dan menjadi pusat sinergi antarinstansi, termasuk Dinas Perhubungan, guna mengantisipasi potensi gangguan dan menjaga kelancaran kawasan.
Sistem pengamanan terpadu ini turut menggandeng elemen akademisi, yakni mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Para mahasiswa berpartisipasi sebagai relawan lapangan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Kelompok relawan ini dipimpin oleh Ade Firmanda, dan beranggotakan Maria Salvitri Kantang, Ilham Fadhlillah Ramadhan, Flaviani Sabina Nuria Tutung, Maureent Tan, serta Florensa Siti Nurhayati.
Di bawah koordinasi Pospam, peran para relawan mahasiswa ini difokuskan pada dukungan operasional. Tugas mereka mencakup pemberian informasi kepada masyarakat, membantu menjaga ketertiban di sekitar area stasiun, hingga mendukung kelancaran komunikasi antara petugas pengamanan dan pemudik. Kehadiran relawan diyakini menjadi faktor pendukung yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan.
Pentingnya kehadiran pos terpadu ini juga ditegaskan oleh aparat yang bertugas. Salah satu petugas Pospam menjelaskan bahwa keberadaan pos ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas situasi selama masa arus mudik.
“Pospam ini berfungsi sebagai titik pengamanan sekaligus pusat koordinasi di kawasan sekitar stasiun. Dengan adanya pospam, pengawasan bisa dilakukan secara lebih terstruktur, terutama saat terjadi peningkatan aktivitas masyarakat,” jelas petugas tersebut.
Kolaborasi apik antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan mahasiswa ini diharapkan dapat terus menciptakan kondisi mudik yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
