GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Dukung Perekonomian Nasional, JCI Jakarta Bangun Jembatan Pengusaha Indonesia Menuju Pasar Internasional

Peserta Business Matching Indonesia–Singapura membangun jejaring, kolaborasi, dan peluang investasi lintas negara bersama JCI Jakarta.

Suara Time, Jakarta
- Pertumbuhan ekonomi tidak selalu lahir dari investasi besar atau kebijakan pemerintah. Sering kali, ia berawal dari sebuah pertemuan yang mempertemukan ide, peluang, dan kepercayaan. Dari sebuah percakapan lahir kolaborasi, dari kolaborasi tercipta peluang, dan dari peluang itulah ekonomi terus bergerak.

Berangkat dari semangat tersebut, JCI Jakarta terus menunjukkan komitmennya sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya mengembangkan kapasitas anggotanya sebagai pemimpin, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi dunia usaha Indonesia. Melalui jejaring internasional yang dimiliki, JCI Jakarta membuka ruang kolaborasi yang menghubungkan pengusaha Indonesia dengan peluang bisnis di pasar internasional.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Business Matching Indonesia–Singapura bersama Singapore Business Federation (SBF) dan Bank UOB Indonesia di UOB Plaza Jakarta, Kamis (7/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, JCI Jakarta mempertemukan 16 perusahaan Indonesia dengan 14 delegasi bisnis dari Singapura melalui lebih dari 80 pertemuan bisnis yang berlangsung sepanjang hari.

Business Matching ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Business Mission Trip 2026 yang diinisiasi Singapore Business Federation dengan mengusung tema Urban Innovation & Future City Systems. Delegasi Singapura yang hadir berasal dari berbagai sektor, di antaranya kesehatan, pendidikan, teknologi, jasa profesional, keberlanjutan, dan industri makanan.

Bagi JCI Jakarta, kegiatan ini bukan sekadar mempertemukan dua kelompok pelaku usaha. Forum ini menjadi wujud nyata bagaimana sebuah organisasi mampu memanfaatkan jejaring global untuk menciptakan kesempatan baru bagi para anggotanya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Seluruh peserta Indonesia mengikuti proses kurasi dan pencocokan sebelum kegiatan berlangsung. JCI Jakarta memetakan kebutuhan, potensi kolaborasi, serta bidang usaha masing-masing peserta agar setiap pertemuan menghasilkan diskusi yang lebih terarah dan memiliki peluang tindak lanjut yang nyata.

Peserta Indonesia yang hadir berasal dari berbagai perusahaan yang mewakili sejumlah chapter JCI di Indonesia, serta pelaku usaha dan profesional nonanggota JCI yang telah melalui proses kurasi dan seleksi. Keberagaman latar belakang peserta tersebut menghadirkan perspektif yang lebih luas sekaligus membuka peluang lahirnya kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan antara pelaku usaha Indonesia dan Singapura.

Local President JCI Jakarta 2026, Hisyam Ramdhani Amar Maruf, mengatakan bahwa JCI Jakarta ingin menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh para anggotanya maupun dunia usaha Indonesia.

"Banyak pelaku usaha Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang tidak kalah dengan negara lain. Tantangannya sering kali bukan pada produk atau kemampuan mereka, melainkan akses terhadap jejaring internasional. Melalui Business Matching ini, JCI Jakarta ingin membuka akses tersebut agar semakin banyak pengusaha Indonesia memiliki kesempatan memperluas pasar dan membangun kolaborasi di tingkat internasional," ujar Hisyam.

Menurut Hisyam, organisasi tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpul atau membangun relasi. Organisasi juga harus mampu menghadirkan kesempatan yang mendorong anggotanya berkembang, baik sebagai pemimpin maupun sebagai pelaku usaha.

"Ketika anggota mendapatkan akses terhadap peluang baru, memperluas usahanya, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, di situlah kami melihat peran JCI Jakarta benar-benar berjalan," katanya.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Audrey, Executive Vice President JCI Jakarta 2026 sekaligus pemilik usaha ekspor kelapa. Ia menilai forum ini menjadi kesempatan yang sangat berarti untuk membangun hubungan bisnis secara langsung dengan calon mitra dari Singapura.

"Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Sebagai eksportir kelapa, kesempatan bertemu langsung dengan calon mitra dari Singapura sangat berharga. Kami bisa berdiskusi mengenai kebutuhan pasar, menjajaki peluang kerja sama, sekaligus memahami bagaimana produk Indonesia dapat diterima lebih luas di pasar internasional. Bagi saya, inilah salah satu manfaat nyata menjadi bagian dari JCI Jakarta," ujar Audrey.

Ia mengatakan, keanggotaannya di JCI Jakarta membawanya bertemu dengan banyak pengusaha dan profesional dari berbagai bidang yang saling berbagi pengalaman serta membuka peluang kolaborasi.

"JCI Jakarta bukan sekadar organisasi. Ini adalah ekosistem yang mendorong anggotanya untuk terus belajar, bertumbuh, dan saling mendukung. Banyak peluang yang saya peroleh berawal dari hubungan yang terbangun di dalam organisasi ini," tuturnya.

Pandangan serupa disampaikan Agung Saputra, CEO Surplus Indonesia yang juga menjabat sebagai Vice President JCI Jakarta 2026. Menurutnya, forum seperti ini menjadi bukti bahwa organisasi dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha para anggotanya.

"Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini karena kami dipertemukan dengan calon mitra yang benar-benar relevan dengan bidang usaha kami. Tidak hanya memperluas jaringan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang sebelumnya belum pernah kami bayangkan. Kesempatan seperti ini sulit diperoleh tanpa adanya organisasi yang mampu membangun jembatan seperti JCI Jakarta," kata Agung.

Sebagai pelaku usaha yang bergerak di bidang pengelolaan surplus pangan dan pengurangan food waste, Agung melihat kolaborasi internasional sebagai peluang untuk memperluas dampak sosial sekaligus memperkuat model bisnis yang berkelanjutan.

"Yang saya rasakan selama bergabung di JCI Jakarta adalah semangat untuk tumbuh bersama. Di sini kami bertemu orang-orang dengan pengalaman dan keahlian yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan dampak yang lebih besar melalui kolaborasi. Itulah nilai yang membuat JCI Jakarta berbeda," ujarnya.

Selain sesi Business Matching, peserta juga mengikuti pemaparan mengenai foreign direct investment (FDI) dan pengelolaan keuangan lintas negara yang disampaikan Bank UOB Indonesia. Sementara itu, diskusi panel yang menghadirkan mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo, Chief Operating Officer Yamada & SPIRE Consulting Indonesia Jeffrey Bahar, serta Junior Economist UOB Vincentius Ming Sheng memberikan perspektif mengenai peluang hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura di masa depan.

Project Director Business Matching JCI Jakarta, M. Irfan Sidik, mengatakan bahwa keberhasilan forum ini tidak diukur dari banyaknya pertemuan yang berlangsung dalam sehari, melainkan dari kolaborasi yang lahir setelahnya.

"Lebih dari 80 pertemuan bisnis hari ini merupakan awal dari sebuah perjalanan. Harapan kami, hubungan yang terbangun berkembang menjadi kerja sama yang nyata, membuka pasar baru bagi pelaku usaha Indonesia, dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemampuan membangun kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk bertahan dan berkembang. Melalui Business Matching Indonesia–Singapura, JCI Jakarta kembali membuktikan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya melahirkan pemimpin, tetapi juga mampu menjadi penghubung yang membuka akses, memperluas peluang, dan menghadirkan manfaat nyata bagi anggotanya, dunia usaha, serta perekonomian Indonesia. Dari sebuah pertemuan, lahir kepercayaan. Dari kepercayaan, tumbuh kolaborasi. Dan dari kolaborasi, masa depan yang lebih besar mulai dibangun bersama.

Type above and press Enter to search.