GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Dituding Diatur demi Lionel Messi dan Argentina, Piala Dunia 2026 Dihantam Isu Miring dan Kontroversi Wasit!

Sumber: AI. 

Suara Time, Jakarta - Turnamen sepak bola terakbar di bumi, Piala Dunia 2026, kini tengah diguncang isu miring yang luar biasa hebat. Kompetisi empat tahunan ini dituding sengaja diatur dan "disetir" demi memuluskan jalan sang megabintang, Lionel Messi, bersama Timnas Argentina untuk kembali merengkuh trofi juara. Berbagai keanehan, baik dari segi regulasi maupun drama di atas lapangan, kini memicu gelombang protes dari berbagai negara kontestan.

Isu miring ini bermula dari regulasi anyar yang diketok palu oleh FIFA pada November 2025 lalu. Aturan tersebut sengaja memisahkan empat tim unggulan teratas, yaitu Spanyol, Argentina, Prancis, dan Inggris, agar tidak saling jegal sebelum babak semifinal. Namun, implementasi aturan ini dinilai berat sebelah. Di saat negara-negara seperti Inggris atau Prancis harus berdarah-darah menghadapi lawan tangguh, Argentina justru mendapatkan rute yang dinilai jauh lebih aman dengan menghadapi Swiss, tim dengan peringkat FIFA terendah di babak perempat final.

Kontroversi terbesar justru meledak lewat drama di atas lapangan hijau. Saat Argentina memetik kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir, jagat maya dihebohkan oleh potongan video yang memperlihatkan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dalam cuplikan tersebut, Infantino tampak menunjukkan ekspresi kecewa saat Mesir berhasil menjebol gawang Argentina. Momen ini langsung memicu amarah kubu Mesir yang secara terbuka menuding FIFA sengaja mempertahankan Messi di turnamen lebih lama demi meraup keuntungan pemasaran yang masif.

Keanehan demi keanehan terus bermunculan secara beruntun. Lionel Messi secara mengejutkan lolos dari hukuman kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Aljazair. Ironisnya, pelanggaran yang jauh lebih ringan justru membuahkan kartu merah bagi pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun. Fakta yang paling mengejutkan publik, kartu merah Balogun tersebut akhirnya dibatalkan secara sepihak setelah Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan langsung menelepon Gianni Infantino.

Kecurigaan publik semakin menguat melihat statistik disiplin turnamen. Skuad asuhan Lionel Scaloni tercatat sebagai tim dengan koleksi kartu paling sedikit sepanjang turnamen, padahal mereka melakoni laga-laga dengan tensi tinggi dan fisik yang sangat keras saat melawan wakil-wakil dari Afrika. Puncaknya, laga perempat final yang mempertemukan Prancis dan Maroko memicu kericuhan baru karena secara mengejutkan dipimpin oleh perangkat wasit yang seluruhnya berasal dari Argentina, negara yang memiliki rivalitas panas dengan Prancis sejak final Piala Dunia 2022 lalu. Hingga kini, pihak FIFA masih enggan memberikan komentar resmi terkait rentetan tudingan miring tersebut.

Type above and press Enter to search.