![]() |
| Bryan Mbeumo Tatap Musim Baru dengan Tekad Besar. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Jakarta – Penyerang Manchester United, Bryan Mbeumo, mengungkapkan tekad besarnya menjelang bergulirnya musim baru. Meski tim berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions pada musim lalu, pemain asal Kamerun itu mengaku tidak bisa sepenuhnya menikmati masa libur karena masih dihantui penyesalan atas sejumlah peluang emas yang gagal ia manfaatkan.
Dalam sebuah pernyataan yang mencerminkan sikap introspektifnya, Mbeumo mengaku terus mengulang kembali perjalanan musim lalu di dalam pikirannya. Baginya, keberhasilan tim tidak menghapus rasa kecewa terhadap performa pribadinya yang dinilai belum mencapai level terbaik.
"Orang-orang melihat keberhasilan kami lolos ke Liga Champions dan mengira semua pemain pergi berlibur dengan perasaan bahagia. Saya tidak seperti itu. Saya terus memutar ulang jalannya musim di kepala saya," ungkap Mbeumo.
Menurutnya, awal musim berjalan sangat menjanjikan. Ia mampu mencetak gol secara konsisten dan tampil percaya diri. Namun, seiring berjalannya kompetisi, penyelesaian akhirnya mulai menurun. Ia merasa terlalu banyak menyia-nyiakan peluang yang seharusnya dapat berbuah gol.
Momen yang paling membekas terjadi usai pertandingan terakhir musim lalu. Saat itu, kapten Manchester United, Bruno Fernandes, mengajaknya berbicara secara pribadi.
Bruno menyampaikan bahwa hal paling membuatnya frustrasi justru karena Mbeumo selalu berhasil berada di posisi yang tepat untuk menciptakan peluang. Menurut sang kapten, jika Mbeumo mampu mengonversi setidaknya separuh dari peluang yang didapat, ia sudah bisa bersaing dalam daftar pencetak gol terbanyak.
Percakapan tersebut kemudian mendapat respons dari gelandang senior Casemiro yang berada di samping mereka. Dengan nada bercanda namun penuh makna, Casemiro menilai potensi Mbeumo bahkan lebih besar dari sekadar bersaing di papan atas daftar top skor.
"Kalau dia mulai bisa menuntaskan peluang dengan benar, dia akan mengungguli siapa pun," ujar Casemiro sebagaimana diceritakan kembali oleh Mbeumo.
Ucapan dari dua pemain senior tersebut menjadi titik balik bagi Mbeumo. Meski ikut merayakan keberhasilan Manchester United lolos ke Liga Champions, pikirannya tetap dipenuhi bayangan peluang-peluang yang terbuang sejak pertengahan musim.
Pemain berusia 26 tahun itu pun menyadari bahwa targetnya pada pramusim kali ini bukan hanya meningkatkan kondisi fisik. Fokus utamanya adalah menyempurnakan penyelesaian akhir agar menjadi penyerang yang lebih efektif di depan gawang.
"Musim panas ini bukan sekadar soal meningkatkan kebugaran fisik. Ini soal menjadi lebih tajam dan lebih mematikan di depan gawang. Jika Bruno melihat potensi gol dalam diri saya, dan Casemiro menganggap saya menyia-nyiakan banyak peluang, maka saya tidak punya banyak alasan lagi," tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan mentalitas Mbeumo yang ingin terus berkembang. Alih-alih berpuas diri dengan pencapaian tim, ia memilih menjadikan kritik dan evaluasi sebagai motivasi untuk tampil lebih baik pada musim mendatang.
Dengan Manchester United yang akan kembali bersaing di Liga Champions serta menghadapi jadwal yang lebih padat, ketajaman Bryan Mbeumo diyakini akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan Setan Merah meraih prestasi di berbagai kompetisi musim ini.
