GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Rahasia Konten Daily Lifestyle Auto FYP! GL Din Bongkar 5 Tips Bikin Konten Ala Gen Z yang Disukai Jutaan Penonton

Dinna Amalia Putri

Suara Time, Jakarta -
Konten daily lifestyle menjadi salah satu jenis konten yang paling mendominasi media sosial saat ini. Mulai dari rutinitas pagi, aktivitas sekolah, olahraga, nongkrong bersama teman, hingga momen sederhana di rumah, semuanya bisa berubah menjadi konten dengan jutaan penonton jika dikemas secara menarik.

Meski terlihat sederhana, membuat konten daily lifestyle yang mampu mempertahankan perhatian penonton bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kreativitas, konsistensi, dan kemampuan bercerita agar aktivitas sehari-hari terasa menarik untuk disaksikan.

Hal itu dibuktikan oleh kreator muda GL Din atau Dinna Amalia Putri. Pemilik akun TikTok @gl.dinn dengan sekitar 4,1 juta followers dan Instagram @gl.din dengan 1,4 juta followers ini sukses menarik perhatian lewat konten daily lifestyle yang natural, ringan, dan dekat dengan keseharian anak muda.

Menurut GL Din, konten yang viral tidak harus selalu menampilkan gaya hidup mewah atau liburan ke tempat mahal. Justru aktivitas sederhana bisa menghasilkan jutaan tayangan jika dikemas dengan konsep yang tepat.

“Banyak yang berpikir harus punya kehidupan yang wah dulu baru bisa bikin konten lifestyle. Padahal yang paling penting adalah bagaimana kita bisa membuat cerita yang relate dan menyenangkan untuk ditonton,” ujar GL Din.

Berikut lima tips membuat konten daily lifestyle ala Gen Z yang dibagikan GL Din.

1. Jadikan Aktivitas Sehari-hari sebagai Cerita, Bukan Sekadar Rekaman

Menurut GL Din, kesalahan yang sering dilakukan kreator pemula adalah hanya merekam semua kegiatan tanpa alur yang jelas. Akibatnya, video terasa membosankan karena penonton tidak memahami inti cerita yang ingin disampaikan.

Ia menyarankan agar setiap video memiliki jalan cerita sederhana, misalnya dimulai dengan tujuan hari itu, tantangan yang dihadapi, hingga bagaimana aktivitas tersebut berakhir. Dengan begitu, penonton merasa ikut menjalani pengalaman yang sama, bukan hanya melihat potongan video.

Contohnya, daripada hanya merekam perjalanan ke kafe, lebih menarik jika video diawali dengan alasan mencari tempat nongkrong baru, proses menuju lokasi, mencoba menu, lalu memberikan kesan setelah selesai. Storytelling seperti ini membuat penonton lebih betah hingga video berakhir.

“Daily lifestyle itu sebenarnya tentang bercerita. Aktivitasnya boleh sederhana, tapi kalau ceritanya enak diikuti, orang pasti akan menonton sampai selesai,” kata GL Din.

2. Bangun Personal Branding yang Konsisten agar Mudah Diingat

GL Din menjelaskan bahwa salah satu alasan orang kembali menonton sebuah akun adalah karena memiliki karakter yang kuat. Oleh karena itu, kreator sebaiknya menentukan identitas yang ingin ditampilkan sejak awal.

Misalnya dikenal sebagai anak yang aktif berolahraga, suka mencoba tempat makan baru, gemar fashion, produktif, atau memiliki gaya humor tertentu. Identitas tersebut kemudian ditampilkan secara konsisten dalam setiap konten sehingga audiens memiliki alasan untuk terus mengikuti perkembangan akun.

Menurutnya, personal branding juga mencakup cara berbicara, gaya berpakaian, teknik editing, hingga suasana video yang menjadi ciri khas.

“Kalau orang langsung tahu itu video kita meski belum melihat username, berarti personal branding kita sudah terbentuk dengan baik,” ujarnya.

3. Ambil Gambar dari Banyak Sudut agar Video Lebih Dinamis

Visual menjadi salah satu faktor penting dalam konten lifestyle. Karena itu, GL Din tidak hanya menggunakan satu angle saat merekam video.

Ia menyarankan untuk mengambil gambar dari berbagai sudut, seperti close-up saat menyiapkan sesuatu, wide shot ketika berjalan, hingga sudut dari belakang atau samping agar video terlihat lebih hidup.

Selain itu, perpindahan gambar yang cepat membuat penonton tidak mudah bosan. Tidak perlu menggunakan kamera mahal, karena menurutnya ponsel pun sudah cukup menghasilkan video berkualitas jika pencahayaan dan pengambilan gambarnya diperhatikan.

“Kadang aktivitasnya biasa saja, tapi karena pengambilan gambarnya menarik, videonya jadi jauh lebih enak ditonton,” jelasnya.

4. Gunakan Musik dan Editing yang Mengikuti Selera Gen Z

Menurut GL Din, editing menjadi tahap yang tidak kalah penting dibanding proses pengambilan gambar. Ia menyarankan agar video dipotong menjadi lebih ringkas sehingga tidak ada bagian yang terasa lambat atau berulang.

Penggunaan musik yang sedang tren juga dapat membantu membangun suasana video dan meningkatkan peluang masuk ke halaman rekomendasi. Namun, musik sebaiknya dipilih sesuai dengan mood konten agar hasilnya terasa natural.

Selain itu, subtitle singkat dan transisi yang rapi membuat video lebih nyaman ditonton, terutama bagi pengguna yang menonton tanpa mengaktifkan suara.

“Sekarang penonton suka video yang cepat, padat, dan estetik. Jadi editing juga harus mengikuti kebiasaan mereka saat menikmati konten,” tutur GL Din.

5. Konsisten Upload dan Bangun Interaksi dengan Audiens

Bagi GL Din, konsistensi merupakan faktor yang paling menentukan pertumbuhan sebuah akun. Ia mengingatkan agar kreator tidak langsung menyerah ketika beberapa video pertama belum mendapatkan banyak penonton.

Semakin sering mengunggah konten berkualitas, semakin besar peluang algoritma mengenali akun tersebut dan merekomendasikannya kepada pengguna baru. Selain rutin mengunggah video, kreator juga sebaiknya aktif membalas komentar, menjawab pertanyaan pengikut, hingga membuat konten berdasarkan permintaan audiens.

Interaksi yang baik akan membangun komunitas yang loyal sehingga penonton tidak hanya datang karena satu video viral, tetapi terus mengikuti setiap unggahan berikutnya.

“Jangan hanya fokus mengejar view. Bangun hubungan dengan followers karena mereka yang akan membuat akun kita terus berkembang dalam jangka panjang,” tutup GL Din.

Type above and press Enter to search.