![]() |
Egy Wahyudhi, Arisya Fatiha A.Z, Ravi Siraj, dan Fery Suseno, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Kolom - Perkembangan tata kelola pemerintahan yang semakin dinamis menuntut adanya sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam memahami berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) menyelenggarakan Program Magang Mandiri sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam dunia kerja, khususnya pada bidang hukum dan pemerintahan.
Salah
satu instansi yang menjadi mitra pelaksanaan program magang adalah Bagian Hukum
Sekretariat Daerah Kota Malang. Instansi ini memiliki peran strategis dalam
mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui pelaksanaan tugas di
bidang penyusunan produk hukum daerah, dokumentasi dan informasi hukum, harmonisasi
peraturan perundang-undangan, bantuan hukum, serta pelayanan hukum bagi
perangkat daerah. Melalui penempatan di instansi tersebut, mahasiswa memperoleh
kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana hukum administrasi negara
diterapkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Selama
pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung
tugas dan fungsi Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Malang. Salah satu
kegiatan utama yang dilakukan adalah inventarisasi dan pengelolaan produk hukum
daerah. Kegiatan ini mencakup penelaahan terhadap Peraturan Daerah (Perda),
Peraturan Wali Kota (Perwal), Keputusan Wali Kota, serta berbagai dokumen hukum
lainnya yang menjadi dasar pelaksanaan pemerintahan daerah.
Dalam
proses inventarisasi tersebut, mahasiswa melakukan identifikasi terhadap status
keberlakuan suatu peraturan, baik yang masih berlaku, telah dicabut, maupun
yang telah mengalami perubahan. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari
substansi hukum yang terkandung dalam berbagai regulasi daerah untuk memahami
tujuan pembentukannya serta dampaknya terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan
pelayanan publik. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga dalam
meningkatkan kemampuan analisis hukum serta pemahaman terhadap sistem peraturan
perundang-undangan di tingkat daerah.
Selain
melakukan inventarisasi produk hukum, mahasiswa juga berpartisipasi dalam
kegiatan pengarsipan dan digitalisasi dokumen hukum daerah. Berbagai dokumen
berupa Peraturan Daerah, Peraturan Wali Kota, Keputusan Wali Kota, dan dokumen
administrasi hukum lainnya dipindai, diklasifikasikan, serta disusun secara
sistematis guna mendukung pengelolaan arsip yang lebih tertib dan efisien.
Kegiatan ini menunjukkan pentingnya dokumentasi hukum sebagai bagian dari upaya
menjaga ketersediaan informasi hukum yang akurat dan mudah diakses oleh
masyarakat maupun perangkat daerah.
Pengalaman
lain yang tidak kalah penting diperoleh melalui keterlibatan mahasiswa dalam
pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kota Malang. JDIH
merupakan sarana yang digunakan untuk menghimpun, mengelola, dan
menyebarluaskan produk hukum kepada masyarakat secara terbuka. Melalui kegiatan
ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keterbukaan informasi
hukum sebagai salah satu prinsip good governance yang mendukung transparansi
dan akuntabilitas pemerintahan.
Sebagai
bagian dari upaya pengembangan informasi hukum, mahasiswa juga menyusun artikel
ilmiah yang membahas peran JDIH Kota Malang dalam mendukung keterbukaan
informasi hukum di era digital. Penyusunan artikel tersebut dilakukan melalui
proses pengumpulan data, penelaahan literatur, observasi langsung, serta
analisis terhadap sistem pengelolaan informasi hukum yang diterapkan oleh
Pemerintah Kota Malang. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis
ilmiah, tetapi juga memperluas wawasan mahasiswa mengenai transformasi digital
dalam pelayanan hukum.
Dalam
bidang edukasi hukum kepada masyarakat, mahasiswa turut berpartisipasi dalam
pembuatan video edukasi mengenai proses mediasi sebagai salah satu alternatif
penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Proses pembuatan video dimulai dari
penyusunan konsep, pembuatan naskah, pengambilan gambar, hingga tahap
penyuntingan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memahami pentingnya
penyebarluasan informasi hukum yang mudah dipahami oleh masyarakat sebagai
bagian dari upaya peningkatan kesadaran hukum.
Selain
video edukasi mediasi, mahasiswa juga terlibat dalam pembuatan konten kampanye
anti korupsi yang bertujuan untuk mendukung pembangunan budaya integritas di
lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi
nyata mahasiswa dalam mendukung upaya pencegahan tindak pidana korupsi melalui
pendekatan edukatif dan persuasif.
Mahasiswa
juga memperoleh kesempatan untuk mengikuti pengenalan aplikasi SIPELANA KUDA
yang digunakan dalam mendukung pelayanan hukum berbasis digital. Melalui
kegiatan ini, mahasiswa memahami bagaimana teknologi informasi dimanfaatkan
untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempermudah koordinasi dan
pengelolaan informasi hukum di lingkungan pemerintahan daerah. Pengalaman
tersebut memberikan gambaran bahwa transformasi digital telah menjadi kebutuhan
penting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern.
Tidak
hanya memperoleh pengalaman teknis, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk
mengikuti berbagai rapat, diskusi, dan kegiatan koordinasi yang dilaksanakan
oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Malang. Melalui kegiatan tersebut,
mahasiswa dapat memahami proses pengambilan keputusan, mekanisme koordinasi
antar perangkat daerah, serta pentingnya komunikasi yang efektif dalam
pelaksanaan tugas pemerintahan.
Program
Magang Mandiri ini memberikan manfaat yang sangat besar dalam membentuk
kompetensi mahasiswa di bidang hukum administrasi negara. Berbagai kegiatan
yang dilaksanakan selama magang mampu memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai
hubungan antara teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik yang
terjadi di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep hukum secara
normatif, tetapi juga mampu melihat bagaimana hukum diterapkan dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Selain
peningkatan kompetensi akademik, program magang juga memberikan dampak positif
terhadap pengembangan kemampuan non-akademik mahasiswa. Kedisiplinan, tanggung
jawab, kemampuan bekerja sama dalam tim, keterampilan komunikasi, kemampuan
beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta etika profesional merupakan
nilai-nilai yang diperoleh selama pelaksanaan magang. Kompetensi tersebut
menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja di masa
mendatang.
Melalui
Program Magang Mandiri di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Malang,
mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang memperoleh pengalaman
yang komprehensif mengenai penyelenggaraan hukum pemerintahan daerah. Program
ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis, tetapi juga menjadi wadah
untuk mengembangkan kapasitas diri sebagai calon sarjana hukum yang kompeten,
profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan hukum di Indonesia.
Dengan pengalaman yang diperoleh selama magang, mahasiswa diharapkan mampu
mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mendukung terwujudnya tata
kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan berorientasi pada pelayanan
publik yang berkualitas.
*) Penulis adalah Egy Wahyudhi, Arisya Fatiha A.Z, Ravi Siraj, dan Fery Suseno, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang.
