
Reddy Pramandhika, S.Pd., M.Pd
Penulis: Reddy Pramandhika, S.Pd., M.Pd, SD Negeri Wringinjajar 3
Suara Time, Opini - Menjadi seorang guru tak hanya bermodalkan ijazah keguruan, karena faktanya banyak dari mereka yang memiliki ijazah guru namun tidak bisa bertahan menjadi seorang guru dengan berbagai alasan. Ya, menjadi seorang guru merupakan sebuah pilihan dan panggilan dari hati yang terdalam. Dengan kondisi dan situasi apapun mereka yang tulus menjadi guru akan terus bertahan.
Kurikulum berganti, tantangan jaman berganti, dan kemajuan teknologi yang berkembang pesat membuat setiap guru harus mampu beradaptasi. Tak bisa dipungkiri jika gaya belajar siswa jaman sekarang sudah jauh berbeda. Buku fisik dan proses belajar konvensional lambat laun mulai ditinggalkan beralih pada literasi digital. Meski demikian kehadiran seorang guru tak akan pernah bisa tergantikan oleh canggihnya teknologi.
Jika gawai bisa memberikan semua jawaban dari pertanyaan maka kehadiran seorang guru bisa lebih dari itu. Guru bisa menjadi seorang motivator, fasilitator bahkan korektor bagi siswa selama proses belajar. Untuk itulah seorang guru perlu membekali diri dengan berbagai macam pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bidang masing-masing agar dalam menyampaikan materi ataupun melakukan pendampingan belajar bisa lebih optimal sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan baik.
Jika saat ini Anda adalah seorang guru yang hanya datang, mengajar lalu pulang sesuai dengan jadwal yang ada tanpa memberikan kesan mendalam bagi siswa maka bisa dikatakan jika Anda belum menjadi guru yang menginspirasi karena kehadiran Anda di sekolah hanya sebatas tupoksi menjadi seorang guru. Memang tidak salah, akan tetapi jika Anda bisa melakukan hal yang lebih baik mengapa tidak mencoba hal tersebut? Seperti pesan yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yakni “Ing Ngarsa Sung Tuladha” yang artinya di depan menjadi teladan.
Jika Anda ingin anak didik berprestasi maka jadilah guru yang berprestasi, jika ingin anak didik yang memiliki akhlak yang baik maka jadilah guru yang memiliki akhlak mulia, jika ingin anak didik yang disiplin maka jadilah guru yang selalu disiplin. Ya, posisi seorang guru memang begitu strategis untuk menciptakan generasi yang unggul dalam bidang apapun. Karena itulah, seorang guru harus selalu upgrade kemampuan diri agar bisa mengajar sesuai dengan kurikulum yang ada serta menyesuaikan dengan perubahan gaya belajar anak masa kini.
Dilansir dari laman blog.kejarcita.id ada beberapa tips menjadi seorang guru yang relevan mengajar di era masa kini yaitu : 1) Guru harus bisa berpikir terbuka dengan mampu beradaptasi pada setiap perubahan teknologi seperti AI, platform belajar digital dan berbagai aplikasi belajar lainnya; 2) Guru harus mampu memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang relevan dengan gaya belajar anak masa kini yang berbasis teknologi digital; 3) Guru harus selalu meningkatkan kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan baik online maupun offline; 4) Guru harus mampu melakukan refleksi diri sebagai pedoman perbaikan untuk proses pembelajaran berikutnya; 5) Guru harus mampu berinovasi dan berkreasi sebagai wujud aktualisasi diri.
Lalu bagaimana cara menjadi seorang guru yang menginspirasi? Tentu ada banyak pilihan dan cara yang bisa dilakukan. Hal ini kembali pada kemampuan dan keinginan dari setiap guru. Yang paling mudah adalah jadilah “role model” terbaik bagi siswa. Apapun kemampuan, bakat, dan minat yang Anda miliki jadikan itu menjadi sebuah hal yang layak untuk bisa mengubah cara pandang siswa menuju ke arah yang positif. Terakhir, buatlah kelas Anda menyenangkan sehingga kehadiran Anda selalu dinantikan.