Oleh: Dewi Fortuna Sari

Ruang publik tidak lagi terbatas pada ruang fisik dimana masyarakat bertemu sapa secara langsung, ruang digital kini menjadi arena publik penting di mana wacana sosial, budaya, dan politik dibentuk dan diperjuangkan.

Dalam konteks hubungan internasional, kemampuan interaksi di ruang digital, mulai dari memverifikasi informasi lintas-batas hingga berkomunikasi lintas budaya menjadi kompetensi publik yang krusial bagi generasi muda. Generasi muda saat ini juga sebagai aktor di ruang digital ini, mereka mengembangkan suara yang aktif dan kritis, bertanggung jawab, dan berwawasan global.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Dosen dan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk SMART: Suara Muda Aktif di Ruang Teknologi di SMA Al-Falah, Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari pada Selasa (12/5) ini bertujuan membekali siswa-siswi SMA dengan literasi digital, kemampuan berpikir kritis terkait informasi lintas-batas, serta keterampilan komunikasi digital yang bertanggung jawab. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 7 mahasiswa dalam project mata kuliah Masyarakat Informasi dan Jejaring Global .

Acara dibuka dengan sambutan perwakilan guru SMA Al-Falah, yang menyambut positif atas inisiatif dalam kegiatan untuk menjembatani dunia kampus dan sekolah menengah. “Kami berharap siswa mendapat bekal untuk menyaring informasi dan berpartisipasi aktif di ruang digital secara aman dan produktif,” ujar guru SMA Al-Falah.

Adapun kegiatan SMART terdiri dari empat sesi utama, pertama penyampaian materi tentang Literasi Media dan Hoaks: peserta belajar cara memverifikasi sumber, mengenali tanda-tanda hoaks, dan praktik pengecekan fakta sederhana.

Kedua, penyampaian materi terkait keamanan digital dasar: langkah-langkah melindungi akun, pengelolaan kata sandi, dan praktik privasi dasar. Terakhir kegiatan ditutup dengan roleplay dimana siswa berkelompok untuk melakukan sesi debat dan menganalisis terkait studi kasus yang diberikan berkaitan dengan ruang digital.

Dalam kegiatan ini, acara dikemas menggunakan metode partisipatif melalui diskusi kelompok, studi kasus, simulasi secara langsung menggunakan ponsel sebagai media ruang digital. Menurut salah satu anggota kelompok mahasiswa, “Metode ini dianggap dapat membuat siswa lebih kritis dan berani mengekspresikan gagasan mereka melalui media digital dengan tanggung jawab.”

Pada akhir kegiatan, perwakilan guru  SMA Al-Falah menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan sosialisasi dengan topik ruang teknologi SMART karena hal ini dinilai sangat relevan bagi siswa SMA yang dituntut tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan komunikatif di ruang digital. “Kegiatan ini sangat mendukung penguatan soft skills siswa kami, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan pembelajaran dan partisipasi publik yang semakin bergeser ke platform online,” ujarnya.

Melalui SMART: Suara Muda Aktif di Ruang Teknologi, dosen dan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional berharap siswa-siswi SMA Al-Falah memiliki bekal awal untuk lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik dan peran publik di era digital.

Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pendidikan tinggi dan pendidikan menengah dalam mendorong kualitas sumber daya manusia yang adaptif, kritis, dan melek teknologi.