| Dosen Prodi HI UPN Jawa Timur bersama Mahasiswa HI melakukan sosialisasi Penguatan Literasi Digital di MAN Surabaya |
Penulis : Dewi Fortuna Sari
Suara Time, Surabaya - Perkembangan teknologi informasi dan media
sosial telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, membentuk opini
publik, serta berinteraksi di ruang digital. Terutama di kalangan remaja, media
digital tidak hanya menjadi sarana hiburan dan komunikasi, tetapi juga menjadi
ruang dalam membangun pandangan terhadap berbagai isu sosial, politik, maupun
budaya. Namun, derasnya arus informasi di era digital juga menghadirkan
tantangan baru, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian,
hingga rendahnya kemampuan menyaring informasi secara kritis.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa literasi
digital menjadi salah satu hal penting yang harus dipahami generasi muda saat
ini. Kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup, tetapi perlu diimbangi
dengan kemampuan berpikir kritis, memahami etika komunikasi digital, serta
membangun sikap bertanggung jawab dalam menyampaikan maupun menerima informasi
di ruang publik digital. Pelajar sebagai generasi digital native memiliki peran
penting dalam menciptakan ekosistem media sosial yang sehat, informatif, dan beretika.
Berangkat dari kondisi tersebut, dosen dan mahasiswa program studi Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di MAN Surabaya pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan project mata kuliah Masyarakat Informasi dan Jejaring Global yang dikemas dalam pembelajaran berbasis praktik dengan tujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep dan teori secara akademis di dalam kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut secara nyata di tengah masyarakat.
Salah satu dosen pengampu mata kuliah Masyarakat
Informasi dan Jejaring Global menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat
ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa di era digital
saat ini. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori mengenai
masyarakat informasi, budaya digital, maupun literasi media di dalam ruang
kelas, tetapi juga perlu mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara langsung
kepada masyarakat melalui kegiatan yang edukatif dan solutif.
Adapun judul kegiatan ini adalah Strengthening Digital Literacy to Shape Responsible Public, Opinion Public & Education (SCOPE) di MAN Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi digital dalam membentuk opini publik yang bertanggung jawab di era media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa memberikan edukasi mengenai berbagai tantangan komunikasi digital, mulai dari fenomena penyebaran berita palsu, manipulasi opini publik di media sosial, hingga pentingnya etika dalam berkomunikasi secara online. Materi disampaikan melalui pendekatan interaktif berupa presentasi materi, diskusi kelompok, dan kuis sehingga siswa dapat memahami materi secara lebih aplikatif dan kontekstual.
Para siswa juga diajak
untuk memahami bagaimana opini publik dapat terbentuk melalui media digital
serta bagaimana algoritma media sosial memengaruhi informasi yang diterima
pengguna setiap hari. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai
pentingnya melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang
lain guna mencegah penyebaran hoaks dan disinformasi.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi mengenai fenomena viral di media sosial, pengalaman menghadapi informasi yang belum tentu benar, hingga tantangan menjaga etika komunikasi di dunia digital.
Kegiatan ini juga membuka ruang refleksi bagi siswa mengenai pentingnya menjadi pengguna media sosial yang tidak hanya aktif, tetapi juga bertanggung jawab. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dosen dan mahasiswa berharap program SCOPE dapat menjadi sarana edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya literasi digital di era masyarakat informasi.