| Dokumentasi kegiatan Pelatihan Teknik Massage Olahraga Berbasis Ilmu Keolahragaan |
Bojonegoro, 25 Mei 2026. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas Guru PJOK melalui Pelatihan Teknik Massage Olahraga Berbasis Ilmu Keolahragaan” berlangsung dengan penuh antusias di SMA Negeri Model Terpadu, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dalam memahami serta menerapkan teknik massage olahraga yang aman, efektif, dan berbasis ilmu keolahragaan. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung pemulihan kondisi fisik peserta didik, pencegahan cedera, serta peningkatan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah.
Para peserta dalam kegiatan ini mendapatkan materi mengenai konsep dan prinsip massage olahraga, teknik dasar massage, pencegahan cedera, serta peran massage dalam mempercepat pemulihan dan menunjang performa fisik. Materi pelatihan disampaikan secara aplikatif melalui pemaparan, e-modul, video rekaman, dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami sekaligus mencoba teknik yang diberikan.
Pada Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Prodi S1 Terapi dan Masase Olahraga diketuai oleh Yuni Fitriyah Ningsih, S.Pd., M.Pd. Narasumber kegiatan PkM ini adalah Dr. Joeseof Roepajadi, M.Pd & Mochamad Azhar Ilmi, S.Or., M.Kes. dari Program Studi S1 Terapi dan Masase Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, memberikan penguatan mengenai pentingnya penguasaan teknik massage olahraga bagi guru PJOK. Menurutnya, guru PJOK perlu memiliki pemahaman dasar mengenai penanganan kondisi fisik peserta didik, terutama dalam aktivitas olahraga di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga menghadirkan Agus Harianto, S.Pd., M.Pd., Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat profesionalisme guru PJOK agar mampu memberikan layanan pendidikan jasmani yang lebih berkualitas, aman, dan bermanfaat bagi peserta didik.
Antusiasme peserta tampak sejak awal hingga akhir kegiatan. Para guru PJOK mengikuti setiap sesi dengan aktif, baik saat penyampaian materi maupun praktik teknik massage olahraga. Mereka juga terlihat aktif berdiskusi, bertanya, dan mencoba langsung teknik yang diajarkan oleh narasumber. Semangat peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru PJOK di lapangan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan guru PJOK mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan massage olahraga secara tepat dalam mendukung aktivitas pembelajaran. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran PJOK yang lebih profesional, sehat, dan berorientasi pada keselamatan peserta didik.
Dengan mengusung semangat “Guru Profesional, Siswa Sehat, Prestasi Hebat”, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas guru PJOK sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas pendidikan di masyarakat.