![]() |
| Kolaborasi antara Tim Hibah Pembelajaran Berdampak dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan CV Kans Indonesia. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Ngargoyoso — Kolaborasi antara Tim Hibah Pembelajaran Berdampak dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan CV Kans Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui penyelenggaraan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Ngargoyoso. Kegiatan ini melibatkan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Manunggal dan menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan sektor swasta dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
Kegiatan diawali
dengan sambutan Ketua Pelaksana yang menekankan bahwa program ini dirancang
untuk memberikan dampak langsung bagi petani di tingkat desa. Ia menyampaikan
bahwa transfer pengetahuan praktis menjadi kunci dalam meningkatkan kemandirian
petani, khususnya dalam menghadapi tantangan biaya produksi dan kesuburan
tanah. Sambutan turut diperkuat oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat
yang mengapresiasi inisiatif ini serta mendorong peserta untuk memanfaatkan
pelatihan secara optimal.
Sebagai narasumber
utama, Alvito Seno Bachtiar, S.P. dari CV Kans Indonesia membawakan materi
secara komprehensif dan aplikatif. Ia menjelaskan mulai dari konsep dasar pupuk
organik cair, manfaatnya bagi kesehatan tanah dan tanaman, hingga teknik
pemilihan bahan baku lokal yang mudah diperoleh. Proses pembuatan POC
dipaparkan secara sistematis, sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan
dengan jelas dan siap mempraktikkannya secara mandiri.
Antusiasme peserta
terlihat tinggi sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi interaktif. Para
anggota KWT aktif menggali informasi terkait formulasi bahan, dosis penggunaan,
serta teknik penyimpanan POC agar tetap berkualitas. Interaksi dua arah ini
tidak hanya memperdalam pemahaman, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang
partisipatif dan kolaboratif.
Puncak kegiatan
ditandai dengan praktik langsung pembuatan POC. Dengan pendampingan narasumber,
peserta secara bersama-sama melalui setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan
hingga proses fermentasi. Semangat gotong royong yang tercipta menjadikan
suasana pelatihan semakin hidup dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, UNS dan CV Kans Indonesia berharap dapat terus menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat. KWT Putri Manunggal diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh secara berkelanjutan, sekaligus menjadi agen perubahan yang menginspirasi kelompok tani lain untuk beralih ke praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Komentar0