![]() |
| CV Kans Indonesia berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Desa Watukarung. (Foto: Dok/Ist). |
Pelatihan yang berlangsung interaktif ini enghadirkan
fasilitator CV Kans IndonesiaAlvito Seno Bachtiar, S.P. sebagai pembicara untuk
memberikan pemahaman teknis mengenai manfaat biopori dalam meningkatkan daya
serap air tanah dan mencegah genangan serta pengelolaan sampah organik.
Dalam paparannya, Alvito menekankan bahwa biopori bukan
sekadar lubang resapan, melainkan solusi strategis untuk meningkatkan cadangan
air tanah dan mengelola sampah organik menjadi kompos berkualitas di level
rumah tangga.
Tidak hanya teori, masyarakat juga dibekali dengan leaflet
edukasi yang berisi panduan langkah demi langkah pembuatan lubang biopori
secara mandiri di rumah masing-masing serta panduan pemeliharaan biopori secara
lengkap.
"Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan
ajakan bagi masyarakat Desa Watukarung untuk lebih peduli terhadap kesehatan
tanah. Biopori adalah solusi sederhana namun berdampak besar bagi
lingkungan," ujar perwakilan penyelenggara.
Dalam praktek lapangannya, penyelenggara mendemonstrasikan
secara langsung pembuatan lubang biopori dan penggunaan alat pendukung seperti bor
biopori untuk memastikan lubang yang dibuat rapi. Aksi ini dilakukan
langsung di salah satu rumah warga sebagai proyek percontohan (pilot project).
Antusiasme terlihat saat mahasiswa KKN dan warga melanjutkan pemasangan
instalasi biopori secara estafet ke rumah-rumah penduduk lainnya.
Melalui sinergi antara CV Kans Indonesia dan KKN Watukarung, diharapkan Desa Watukarung dapat menjadi role model bagi desa lainnya dalam hal pengelolaan lingkungan yang berbasis partisipasi aktif masyarakat.

Komentar0