GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

KKP Mahasiswa ISI Surakarta Dorong Literasi Teknologi dan Profesionalisme melalui Pemanfaatan AI

Ilustrasi: Perbandingan proses dan hasil desain sebelum dan sesudah pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas.

Suara Time, Surakarta, 29 Desember 2025
— Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui program Kuliah Kerja Praktik (KKP) melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis praktik industri sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa. Salah satu mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Dimas Bagus Nur Cahyo, yang telah menyelesaikan KKP di PT. Rupa Raya Indonesia. 

Program Kuliah Kerja Praktik ini dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung sejak 1 Oktober hingga 30 Desember 2025, dengan tujuan memberikan pengalaman kerja secara langsung agar mahasiswa memahami alur produksi, standar profesional, serta dinamika kerja di industri kreatif. 

PT. Rupa Raya Indonesia merupakan perusahaan yang berdiri sejak tahun 2019 dan berkantor pusat di Makassar, dengan jumlah karyawan sekitar 150 orang. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa desain, meliputi gambar desain 3D, computer design, movie/animasi, Virtual Reality (VR), serta pengembangan sumber daya manusia, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan pasar Jepang. 

Perusahaan tersebut didirikan oleh Bustanil Yasir dan menjalin kerja sama eksklusif dengan Marumori Company Co., Ltd dari Jepang. Kerja sama ini mencakup penyediaan layanan desain arsitektur, mulai dari desain dua dimensi, visualisasi tiga dimensi, hingga pengembangan teknologi Virtual Reality (VR). 

Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik, mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi desain digital yang mengintegrasikan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pemanfaatan AI digunakan sebagai alat bantu dalam tahap konseptualisasi, penyusunan ide visual, serta optimalisasi alur kerja produksi desain.

 Dalam praktiknya, penggunaan teknologi AI, termasuk ChatGPT, dimanfaatkan untuk mendukung proses analisis kebutuhan desain, penyusunan deskripsi visual, serta efisiensi komunikasi ide dalam tim produksi. Hasil yang diperoleh dari pemanfaatan AI tersebut selanjutnya melalui tahapan pengolahan lanjutan dan penyempurnaan visual secara manual menggunakan perangkat lunak desain, khususnya Adobe Photoshop, agar sesuai dengan standar kualitas perusahaan dan kebutuhan klien. 

Penerapan teknologi AI dalam proses kerja ini tidak menggantikan peran kreatif manusia, melainkan berfungsi sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan, serta konsistensi hasil produksi. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai kolaborasi antara kemampuan kreatif, kepekaan artistik, dan pemanfaatan teknologi cerdas dalam industri kreatif kontemporer. 

Melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik ini, mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta diharapkan mampu mengembangkan sikap profesional, meningkatkan literasi teknologi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri kreatif yang terus berkembang. Program ini sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi seni dan dunia industri dalam mencetak sumber daya manusia kreatif yang adaptif dan berdaya saing global.




Type above and press Enter to search.