![]() |
| Ilustrasi AI |
Suaratime, Opini - Pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang masa depan yang lebih baik. Namun, untuk memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan, diperlukan persiapan finansial yang matang. Biaya pendidikan tidak hanya mencakup uang sekolah atau uang kuliah, tetapi juga meliputi pembelian buku, perangkat pembelajaran, transportasi, tempat tinggal, serta berbagai kebutuhan penunjang lainnya. Apabila tidak dipersiapkan sejak dini, kebutuhan tersebut dapat menjadi beban keuangan bagi individu maupun keluarga.
Dalam praktiknya, biaya pendidikan sering
menjadi tantangan karena kebutuhan finansial pada masa mendatang belum tentu
dapat dipenuhi hanya dengan mengandalkan penghasilan saat ini. Keluarga perlu
membagi pendapatan untuk berbagai kebutuhan, seperti konsumsi sehari-hari,
biaya tempat tinggal, kesehatan, dan kewajiban lainnya. Oleh karena itu,
perencanaan keuangan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan
kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi tanpa mengganggu kestabilan keuangan.
Lusardi dan Mitchell (2014) menjelaskan
bahwa literasi keuangan berperan penting dalam membantu individu memahami
konsep keuangan dan mengambil keputusan ekonomi. Pengetahuan mengenai tabungan,
bunga, inflasi, dan risiko keuangan dapat membantu seseorang merencanakan
kebutuhan masa depan secara lebih rasional. Dalam konteks pendidikan, pemahaman
tersebut dapat diterapkan untuk memperkirakan kebutuhan biaya, menentukan
target tabungan, serta memilih instrumen keuangan yang sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai.
Berdasarkan hal tersebut, artikel ini
membahas pentingnya perencanaan keuangan dalam mempersiapkan dana pendidikan,
strategi pengelolaan dana, serta upaya menghadapi kenaikan biaya pendidikan
pada masa mendatang.
Pentingnya Perencanaan Keuangan untuk Dana
Pendidikan
Perencanaan keuangan merupakan proses
mengatur pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan aset agar tujuan keuangan dapat
tercapai. Dalam konteks pendidikan, perencanaan keuangan membantu individu atau
keluarga mempersiapkan dana yang dibutuhkan pada waktu tertentu. Dana tersebut
dapat digunakan untuk membiayai uang sekolah, uang kuliah, buku, perangkat
pembelajaran, transportasi, tempat tinggal, serta kebutuhan akademik lainnya.
Perencanaan dana pendidikan perlu dilakukan sejak dini agar kebutuhan biaya tidak hanya bergantung pada penghasilan ketika pembayaran harus dilakukan. Dengan mempersiapkan dana secara bertahap, individu dapat membagi target keuangan ke dalam periode tabungan yang lebih terukur. Selain itu, perencanaan membantu keluarga menentukan prioritas pengeluaran dan menghindari penggunaan dana pendidikan untuk kebutuhan yang kurang mendesak.
Lusardi dan Mitchell (2014), dalam artikel
The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and Evidence,
menjelaskan pentingnya literasi keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Pemahaman mengenai konsep keuangan dapat membantu individu membuat keputusan
yang lebih terinformasi, termasuk dalam merencanakan tabungan dan kebutuhan
jangka panjang. Oleh karena itu, perencanaan dana pendidikan perlu didukung
oleh pengetahuan keuangan yang memadai dan kebiasaan mengelola uang secara
disiplin.
Strategi Mempersiapkan Dana Pendidikan
Strategi pertama dalam mempersiapkan dana
pendidikan adalah menentukan tujuan dan memperkirakan total biaya yang
dibutuhkan. Perhitungan tersebut perlu mencakup biaya utama dan biaya
pendukung, seperti transportasi, buku, internet, serta tempat tinggal apabila
diperlukan. Setelah target ditentukan, jumlah dana dapat dibagi berdasarkan
waktu yang tersedia sebelum dana digunakan.
Sebagai ilustrasi, seseorang ingin
mempersiapkan dana pendidikan sebesar Rp60.000.000 dalam waktu lima tahun.
Apabila tidak memperhitungkan hasil investasi dan kenaikan biaya, jumlah
tabungan yang diperlukan adalah Rp1.000.000 per bulan selama 60 bulan. Perhitungan
ini menunjukkan bahwa kebutuhan dana yang besar dapat dipersiapkan secara
bertahap melalui kebiasaan menabung yang konsisten.
Selain menetapkan target, penyusunan
anggaran bulanan juga diperlukan agar tabungan pendidikan tidak mengganggu
pemenuhan kebutuhan pokok. Individu dapat menentukan jumlah tabungan segera
setelah menerima penghasilan, kemudian mengalokasikan sisanya untuk kebutuhan
sehari-hari dan kewajiban lainnya. Pemisahan rekening atau tempat penyimpanan
dana pendidikan juga dapat membantu mengurangi risiko penggunaan uang untuk
keperluan lain.
OECD (2023), melalui laporan OECD/INFE
2023 International Survey of Adult Financial Literacy, membahas pentingnya
pengetahuan dan perilaku keuangan dalam mendukung pengambilan keputusan
finansial. Dalam praktiknya, kemampuan menyusun anggaran, memahami inflasi, dan
menetapkan tujuan tabungan dapat membantu individu mempersiapkan kebutuhan
pendidikan secara lebih terarah.
Mengantisipasi Kenaikan Biaya dan Memilih
Instrumen Keuangan
Salah satu tantangan dalam mempersiapkan
dana pendidikan adalah kemungkinan meningkatnya biaya dari waktu ke waktu.
Jumlah dana yang dianggap cukup saat ini belum tentu mencukupi ketika biaya
tersebut harus dibayarkan beberapa tahun kemudian. Oleh karena itu, perencanaan
perlu mempertimbangkan kemungkinan kenaikan biaya dan dievaluasi secara
berkala.
Sebagai ilustrasi, apabila biaya
pendidikan saat ini diperkirakan sebesar Rp50.000.000 dan diasumsikan meningkat
5% setiap tahun, kebutuhan dana setelah lima tahun akan menjadi sekitar
Rp63.814.000. Angka tersebut merupakan simulasi matematis berdasarkan asumsi
kenaikan 5%, bukan angka resmi mengenai tingkat kenaikan biaya pendidikan di
Indonesia. Contoh ini menunjukkan bahwa target tabungan perlu disesuaikan
dengan perkiraan biaya pada saat dana akan digunakan.
Selain mempertimbangkan kenaikan biaya,
individu juga perlu memilih instrumen keuangan yang sesuai dengan jangka waktu
dan tingkat risiko. Untuk kebutuhan pendidikan dalam waktu dekat, keamanan dan
kemudahan pencairan dana perlu menjadi prioritas. Sementara itu, untuk tujuan
jangka panjang, individu dapat mempertimbangkan instrumen lain sesuai dengan
profil risiko dan kebutuhan keuangannya.
Pemilihan instrumen tidak sebaiknya hanya
didasarkan pada potensi keuntungan yang tinggi. Risiko kerugian, biaya, dan
waktu pencairan juga perlu diperhatikan agar dana tersedia ketika dibutuhkan.
Individu juga sebaiknya mempertahankan dana darurat sehingga kebutuhan mendesak
tidak harus dipenuhi dengan mengambil tabungan pendidikan.
Novita dan Karim (2026), dalam artikel Analysis
of Education Investment Cost Management Strategies in Family Financial Planning,
membahas strategi pengelolaan biaya pendidikan dalam perencanaan keuangan
keluarga. Pembahasannya mencakup pentingnya perencanaan sejak dini, pengaturan
prioritas pengeluaran, pemanfaatan beasiswa, dan peningkatan literasi keuangan.
Strategi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi keluarga dalam menyesuaikan
persiapan dana pendidikan dengan kemampuan ekonomi yang dimiliki.
Kesimpulan
Biaya pendidikan merupakan kebutuhan
finansial jangka panjang yang perlu dipersiapkan melalui perencanaan yang
matang. Tanpa persiapan yang memadai, kebutuhan pendidikan berpotensi
menimbulkan tekanan keuangan, terutama ketika penghasilan harus digunakan untuk
memenuhi berbagai kebutuhan secara bersamaan.
Strategi yang dapat diterapkan meliputi
penetapan target dana, penyusunan anggaran, kebiasaan menabung secara
konsisten, serta pemilihan instrumen keuangan sesuai dengan jangka waktu dan
profil risiko. Perencanaan juga perlu mempertimbangkan kemungkinan kenaikan
biaya pendidikan dan kebutuhan dana darurat agar kestabilan keuangan tetap
terjaga.
Literasi keuangan menjadi salah satu
faktor pendukung karena membantu individu memahami konsep keuangan dan
mengambil keputusan yang lebih terarah. Dengan memulai persiapan sejak dini,
mengevaluasi kebutuhan secara berkala, dan menjalankan rencana secara disiplin,
individu maupun keluarga dapat meningkatkan kesiapan finansial untuk memenuhi
kebutuhan pendidikan pada masa mendatang.
Penulis : Julian Fernando, Universitas Pancasakti Tegal.
