![]() |
| Sesi MC memandu acara BHASWARA bersama rekan MC lainnya. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Kolom - Pagi itu, Senin, 17 November 2025, udara terasa biasa saja. Namun, sesuatu yang tak biasa sedang menunggu, saya berkesempatan mengikuti kegiatan sosial-budaya bertajuk BHASWARA – Bangkitnya Hari Seni & Warisan Pahlawan, yang diselenggarakan oleh OSIS MA Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik. Acara ini digelar di halaman/lapangan MA Ihyaul Ulum mulai pukul 07.00 hingga sekitar pukul 12.00 WIB, dan menjadi agenda tahunan sekolah untuk merayakan sekaligus melestarikan seni dan nilai-nilai kepahlawanan di kalangan siswa.
Dalam kegiatan ini, saya berperan
ganda: sebagai pembawa acara (MC) sekaligus pemeran dalam pertunjukan teater
pahlawan yang ditampilkan sebagai penutup acara. Sebagai MC, saya bertugas
memandu jalannya rangkaian acara yang cukup padat, mulai dari fashion show,
peluncuran mading (majalah dinding), penampilan tari kreasi, hingga demonstrasi
pencak silat yang ditampilkan oleh perwakilan siswa kelas 10 hingga 12.
Setiap penampilan menunjukkan
kreativitas dan kerja keras siswa dalam mempersiapkan diri, dan suasana
lapangan begitu meriah dengan antusiasme penonton dari seluruh warga sekolah.
Menariknya, momen persiapan fashion show juga membuat teman-teman satu kelas
jadi makin solid, mulai dari brainstorming ide konsep outfit, berburu kostum
yang pas, sampai latihan berjalan di karpet merah bareng-bareng sebelum hari H,
yang semuanya dijalani dengan gembira dan penuh tawa.
Puncak acara adalah pertunjukan
teater pahlawan yang mengangkat kembali peristiwa perobekan bendera di Hotel
Yamato, sebuah momen bersejarah yang menjadi simbol semangat perjuangan rakyat
mempertahankan kemerdekaan. Saya turut berperan dalam drama ini, dan
pertunjukan berhasil menghadirkan suasana emosional yang mengharukan bagi para
penonton, lengkap dengan tata rias luka, kostum era perjuangan, hingga adegan
pengibaran bendera merah putih yang menjadi momen klimaks.
Yang membuat BHASWARA tahun ini
terasa istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya adalah soliditas kerja tim di
balik layar. Setiap elemen acara berjalan rapi karena semua pihak—panitia OSIS,
tim dekorasi dan banner, para pengisi acara, hingga MC—bekerja sesuai porsi dan
tanggung jawab masing-masing. Hasilnya, acara terasa lebih matang, penampilan
lebih beragam, dan kesan yang ditinggalkan jauh lebih berkesan dibandingkan
penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya.
Melalui keikutsertaan dalam BHASWARA, saya belajar banyak hal, mulai dari kemampuan public speaking sebagai MC di depan banyak orang, kerja sama tim dalam mempersiapkan pertunjukan teater, hingga penghayatan terhadap nilai-nilai perjuangan pahlawan yang coba dihidupkan kembali melalui seni pertunjukan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana seni dan budaya dapat menjadi media efektif untuk menanamkan rasa cinta tanah air sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah.
*) Penulis adalah Nur Zahrotun Ainiyah, mahasiswa Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga.
