GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Satu Tetes Limbah, Sejuta Peluang: Inovasi Sabun Cuci Tangan dari Minyak Jelantah

Pelaksanaan Kegiatan P2M KN di Pondok Pesantren An-Nahla Al-Islamy di Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Suaratime, Jakarta – Tim CORTIS (Cooking Oil Waste Recycling to Innovative Soap) dari Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan berbahan dasar minyak jelantah di Pondok Pesantren An-Nahla Al-Islamy, Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada 15 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (P2M-KKN) yang mengusung inovasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku sabun cuci tangan.

Program ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah, meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, serta membuka peluang pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan minyak jelantah, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.

Kegiatan dipimpin oleh Prof. Dr. Setia Budi, M.Sc. dan didukung oleh mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UNJ, yaitu Aji Nugraha, Ameliana Febriyanti, Cathlin Ivana Felicia, Dinda Rifat Majidah, Mochammad Alfi Ghifari, dan Raihan Aditya Renanda.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengelolaan dan pemanfaatan minyak jelantah. Materi diberikan untuk memberikan pemahaman dasar kepada peserta mengenai cara mengolah minyak jelantah dengan tepat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sabun cuci tangan. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah yang biasanya langsung dibuang setelah digunakan masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna.

Pada sesi penyampaian materi, dijelaskan bahwa pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan masalah pada saluran air. Sebaliknya, pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku sabun dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memiliki potensi ekonomi karena bahan bakunya mudah diperoleh, biaya produksinya relatif rendah, dan produk yang dihasilkan memiliki nilai jual.

Setelah pemaparan materi, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan pembuatan sabun cuci tangan dari minyak jelantah. Peserta mengamati proses pencampuran bahan kimia dengan minyak jelantah yang telah dijernihkan hingga membentuk pasta berwarna kuning pucat. Pasta tersebut kemudian dilarutkan dengan air hingga menghasilkan sabun dengan busa yang melimpah.

Melalui demonstrasi dan pendampingan mahasiswa, peserta tidak hanya mengetahui tahapan pembuatan sabun, tetapi juga memahami fungsi bahan yang digunakan dalam proses tersebut. Setelah memperoleh penjelasan dan bimbingan, peserta diberi kesempatan untuk mencoba membuat sabun secara langsung sehingga dapat memperoleh pengalaman praktik dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat.

Pelatihan ini memberikan beberapa manfaat bagi peserta, yaitu meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah, memberikan keterampilan dasar dalam membuat sabun cuci tangan, serta menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Selain itu, peserta memperoleh pengalaman praktik secara langsung sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis.

Setelah proses pembuatan sabun selesai, peserta mengisi angket untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dan produk sabun cuci tangan berbahan dasar minyak jelantah.

Evaluasi pelaksanaan dilakukan melalui angket terhadap 22 responden dengan skala SS, S, TS, dan STS. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh peserta tertarik mengikuti pelatihan, materi sesuai dengan tujuan, dan pemateri mampu menyampaikan materi dengan baik. Pelatihan juga dinilai berlangsung sesuai waktu, media presentasi membantu pemahaman, serta peserta terlibat aktif selama kegiatan.

Setelah pelatihan, sebanyak 20 peserta menyatakan sangat setuju dan 2 peserta menyatakan setuju bahwa mereka memperoleh pengetahuan baru tentang pembuatan sabun dari minyak jelantah. Sementara itu, keterampilan peserta masih perlu diperkuat karena 10 peserta menyatakan setuju, 10 peserta tidak setuju, dan 2 peserta sangat tidak setuju bahwa mereka telah terampil membuat sabun setelah mengikuti pelatihan.

Hasil evaluasi produk menunjukkan bahwa seluruh peserta memberikan tanggapan positif. Sebanyak 3 peserta menyatakan setuju dan 19 peserta sangat setuju bahwa sabun dapat membantu mengurangi limbah minyak jelantah dan menjadi alternatif pemanfaatan limbah rumah tangga. Sementara itu, 12 peserta menyatakan setuju dan 10 peserta sangat setuju bahwa sabun berbahan dasar minyak jelantah layak digunakan sehari-hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, produktif, dan berkelanjutan.

Type above and press Enter to search.