GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Rumah Kos di Jogja Rawan, Berkah Jaya Sarankan Standar Teralis Ini

Sumber: pagarkanopijogja.com.
Suara Time, Yogyakarta — Setiap pergantian tahun ajaran, ribuan mahasiswa baru datang ke Yogyakarta dan mencari tempat tinggal. Bersamaan dengan itu, pemilik hunian sewa menghadapi persoalan yang jarang dibicarakan terbuka: bagaimana mengamankan bangunan yang dihuni banyak orang, sering ditinggal kosong berhari-hari saat libur, dan penghuninya berganti setiap tahun.

Rumah kos punya karakter yang berbeda dari rumah tinggal biasa. Akses keluar masuknya lebih longgar, penghuni belum tentu saling mengenal, dan kamar sering ditinggalkan dalam keadaan berisi barang berharga seperti laptop.

"Kalau pemilik kos yang datang ke kami, biasanya bukan pas awal bangun. Baru setelah ada kejadian, entah kehilangan atau ada yang masuk lewat belakang," kata Haji Wawan Shri, pemilik Bengkel Las Berkah Jaya di Pandowoharjo, Sleman.

Titik yang Paling Sering Terlewat

Perhatian pemilik bangunan biasanya tertuju ke pintu depan dan pagar. Padahal titik masuk yang bermasalah umumnya justru berada di sisi lain bangunan.

Jendela kamar mandi. Sering dipasang tanpa pengaman karena dianggap terlalu kecil untuk dilewati, padahal lubangnya kerap cukup untuk mengeluarkan barang.

Jendela dan pintu belakang. Menghadap area yang jarang dilewati, gelap pada malam hari, dan biasanya tidak terlihat dari jalan.

Lubang ventilasi atas. Terutama pada bangunan lama dengan bukaan lebar di bagian atas dinding.

Area parkir motor. Bagian yang paling sering menjadi sasaran, namun paling jarang diberi pembatas atau penutup pada malam hari.

Spesifikasi Teralis yang Layak

Tidak semua teralis memberi perlindungan yang setara. Ada beberapa hal yang menentukan.

Bahan. Pilihan umum di pasaran mencakup besi hollow dan besi pejal, dengan tingkat kekuatan dan harga yang berbeda. Yang perlu diperhatikan bukan hanya jenisnya, tetapi juga ketebalannya.

Jarak antar jeruji. Semakin rapat, semakin sulit dilewati alat pengungkit. Namun terlalu rapat akan mengurangi cahaya dan sirkulasi udara di kamar.

Metode pemasangan. Ini yang paling menentukan. Teralis yang hanya menempel di permukaan dinding jauh lebih mudah dilepas dibanding yang ujung rangkanya tertanam ke dalam struktur. Bagi bangunan yang sudah jadi, ada beberapa metode penguatan yang bisa disesuaikan dengan kondisi dindingnya.

Jangan Lupakan Jalur Keluar Darurat

Ada sisi lain yang jarang dipertimbangkan pemilik kos: teralis yang terlalu rapat di semua bukaan bisa menjadi masalah serius saat terjadi kebakaran. Bangunan bertingkat dengan banyak kamar dan satu tangga tunggal punya risiko ini.

Karena itu, sebagian bangunan menerapkan pendekatan berbeda. Sebagian bukaan dipasangi teralis permanen, sementara satu bukaan di tiap lantai dibuat dengan sistem buka-tutup yang dapat dioperasikan dari dalam. Kuncinya disimpan di titik yang diketahui penghuni.

Pendekatan mana yang dipakai sebaiknya didiskusikan bersama pelaksana pekerjaan dengan melihat denah bangunannya. Untuk bangunan bertingkat dengan jumlah kamar banyak, ada baiknya juga dikonsultasikan ke instansi pemadam kebakaran setempat, karena mereka punya pertimbangan yang tidak dimiliki tukang las maupun pemilik bangunan.

"Kami biasanya tanya dulu bangunannya berapa lantai dan tangganya di mana. Tidak semua jendela cocok dikunci mati," ujar Wawan.

Urutan Prioritas untuk Anggaran Terbatas

Bagi pemilik yang tidak bisa mengerjakan semuanya sekaligus, urutan yang masuk akal biasanya dimulai dari bukaan lantai dasar yang menghadap area sepi, lalu jendela kamar mandi, kemudian area parkir kendaraan, dan terakhir bukaan lantai atas.

Pengerjaan bertahap seperti ini juga memungkinkan pemilik menilai hasil pekerjaan sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya.

Sebagai penyedia jasa konstruksi besi di wilayah Sleman, Bengkel Las Berkah Jaya mengerjakan kanopi Jogja, teralis, pagar, dan folding gate menyesuaikan ukuran serta kondisi masing-masing bangunan.

Type above and press Enter to search.