GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Mahasiswa UMRI Kelompok 100 Buat Pestisida Nabati dan Pestisida Biosaka Berkolaborasi dengan POPT

Dokumentasi Mahasiswa KKN UMRI bersama POPT saat program membuat pestisida nabati dan Biosaka di Desa Batang Kulim. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

PELALAWAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 100 berkolaborasi dengan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dalam kegiatan pembuatan pestisida nabati dan Biosaka. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan pertanian Desa Batang Kulim, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memahami secara langsung pembuatan pestisida yang lebih ramah lingkungan. Melalui kolaborasi dengan POPT, mahasiswa memperoleh kesempatan mempelajari teknik pengolahan bahan alami sekaligus memahami pemanfaatannya untuk mendukung praktik pertanian organik di tingkat desa.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama POPT mempraktikkan pembuatan dua jenis pestisida, yakni pestisida nabati dan pestisida Biosaka. Proses dilakukan secara langsung di lahan pertanian agar mahasiswa dapat memahami tahapan pembuatan sekaligus melihat penerapannya dalam konteks pertanian setempat.

Pada pembuatan pestisida nabati, bahan yang digunakan berupa bawang putih dan daun pepaya. POPT memberikan arahan kepada mahasiswa mengenai proses pengolahan kedua bahan tersebut hingga menjadi pestisida nabati yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian.

Sementara itu, mahasiswa juga mempelajari pembuatan pestisida Biosaka dengan memanfaatkan bahan berupa daun jambu, daun kelor, pucuk merah, dan jalantir. Seluruh tahapan pembuatan dilakukan dengan pendampingan POPT sehingga mahasiswa dapat mengikuti proses secara langsung dan memahami penggunaan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa KKN UMRI Kelompok 100 dalam mengenal alternatif pengendalian organisme pengganggu tanaman. Pembelajaran langsung dari POPT juga membantu mahasiswa memahami pentingnya pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar untuk mendukung pengelolaan pertanian.

Selain memperoleh keterampilan teknis, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai manfaat pestisida berbahan alami bagi pertanian setempat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menyampaikan informasi mengenai alternatif pengelolaan tanaman yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus mempertemukan pengetahuan mahasiswa dengan pengalaman praktis POPT di lapangan. Interaksi selama proses pembuatan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertanya, mengamati, dan mempraktikkan secara langsung setiap tahapan yang diarahkan oleh POPT.

Bagi mahasiswa KKN UMRI Kelompok 100, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada praktik dan kolaborasi bersama tenaga yang memiliki kompetensi di bidang pengendalian organisme pengganggu tumbuhan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaksanaan program KKN sekaligus masyarakat Desa Batang Kulim.

Kegiatan pembuatan pestisida nabati dan Biosaka ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN UMRI 2026 dalam mendukung edukasi pertanian di Desa Batang Kulim. Melalui kolaborasi bersama POPT, mahasiswa diharapkan dapat terus mengembangkan pengetahuan mengenai pertanian ramah lingkungan dan turut mendukung keberlanjutan sektor pertanian masyarakat setempat.

Sumber: umri.ac.id.

Type above and press Enter to search.