![]() |
| Mahasiswa KKN UNDIP TIM 2 bersama peserta Posyandy Desa Dringo dalam kegiatan edukasi tumbuh kembang dan Kesehatan gigi bayi, Jumat (17/8/26). (Foto: Dok/Ist). |
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial kemasyarakatan mahasiswa KKN yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Posyandu yang telah rutin diselenggarakan di Desa Dringo. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN diundang untuk memberikan materi edukasi kepada para ibu yang hadir bersama balitanya.
Edukasi yang diberikan mengangkat dua topik utama, yaitu “Senyum Pertama Si Kecil: Edukasi Pertumbuhan Gigi Bayi Usia 7-9 Bulan dan Perawatan Rongga Mulut Sejak Dini” serta “Temani Masa Emas Si Kecil: Edukasi Tumbuh Kembang Bayi Usia 7-9 Bulan.” Kedua materi tersebut disampaikan sebagai satu rangkaian edukasi yang saling melengkapi, dengan tujuan membantu orang tua memahami perubahan yang terjadi pada anak sekaligus mengetahui cara mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Pada materi kesehatan gigi, para orang tua memperoleh informasi mengenai pertumbuhan gigi bayi usia 7-9 bulan, perawatan rongga mulut sejak dini, kebiasaan yang perlu dihindari, serta pentingnya kunjungan pertama ke dokter gigi. Penyampaian materi juga dilengkapi dengan demonstrasi menggunakan phantom gigi agar peserta dapat memperoleh gambaran secara langsung mengenai cara menjaga kebersihan rongga mulut anak.
Bidan Desa Dringo, Rian, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan edukasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena mampu memberikan ilmu dan wawasan baru bagi para ibu yang memiliki anak usia 7-9 bulan, khususnya mengenai pentingnya memperhatikan tingkah laku anak serta pentingnya merawat kebersihan rongga mulut sejak dini. “Kegiatan ini sangat bagus karena dapat memberikan ilmu dan wawasan bagi ibu dengan anak usia 7-9 bulan mengenai pentingnya tingkah laku anak seperti mulai merangkak, bermain dengan benda – benda sekitarnya serta pentingnya merawat kebersihan rongga mulut,” ujar Ibu Rian.
Sementara itu, materi mengenai tumbuh kembang membahas berbagai aspek perkembangan bayi, meliputi perkembangan motorik, kognitif, bahasa, serta sosial-emosional. Orang tua juga diberikan pemahaman mengenai stimulasi yang dapat dilakukan melalui aktivitas sehari-hari, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai dengan tahap usia anak.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta dapat menyampaikan pertanyaan mengenai pertumbuhan gigi, perkembangan anak, maupun hal-hal yang perlu diperhatikan selama masa pertumbuhan bayi. Dengan demikian, edukasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi oleh para orang tua.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tim 2 Desa Dringo berupaya memberikan kontribusi berupa edukasi yang informatif sekaligus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan mengenai tumbuh kembang dan kesehatan gigi sejak dini diharapkan dapat membantu orang tua melakukan pemantauan, memberikan stimulasi yang sesuai, serta menjaga kesehatan rongga mulut anak.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu ini juga menjadi bentuk kolaborasi dengan masyarakat Desa Dringo dalam mendukung peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pentingnya masa awal pertumbuhan anak. Dengan pemahaman yang lebih baik, orang tua diharapkan dapat mendampingi tumbuh kembang anak secara lebih optimal dan memberikan perawatan kesehatan gigi sejak dini.
