![]() |
| Cristiano Ronaldo, dan Legenda sepak bola dunia, Zlatan Ibrahimovic. (Foto: Istimewa). |
Menurut Ibrahimovic, Portugal seharusnya merasa malu dengan penampilan tersebut bukan semata-mata karena mereka menelan kekalahan dari Spanyol, melainkan karena mereka tidak pernah menunjukkan mentalitas dan cara bermain seperti layaknya tim yang ingin memenangkan pertandingan. Ia menyoroti bagaimana Portugal memiliki Cristiano Ronaldo di lapangan, yang tidak lain adalah salah satu pencetak gol terhebat yang pernah ada di sejarah sepak bola dunia. Namun ironisnya, sepanjang pertandingan mereka justru menghabiskan sebagian besar waktu hanya untuk mengoper bola ke samping dan ke belakang, serta terus-menerus memilih opsi bermain aman yang mudah diantisipasi lawan. Ibrahimovic menegaskan bahwa jika sebuah tim memutuskan untuk menurunkan pemain sekalas Ronaldo, maka tim tersebut harus memiliki keberanian untuk bermain dan mengalirkan bola untuknya. Sebaliknya, ia melihat skuad Portugal malam itu tampil egois, mudah ditebak, dan benar-benar kehabisan ide di atas lapangan.
Kritik tajam mantan striker AC Milan dan Barcelona ini tidak berhenti sampai di situ. Sektor kreativitas lini tengah Portugal pun tak luput dari semprotannya, di mana ia secara spesifik menyebut nama Bruno Fernandes. Ibrahimovic mengakui bahwa Bruno Fernandes adalah salah satu kreator paling berbakat di dunia sepak bola saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa bakat yang besar tidak akan berarti apa-apa jika tidak digunakan dengan cara yang benar. Ia melihat Bruno terlalu sering mencari opsi umpan lain yang tidak efektif, alih-alih melepaskan bola ke area berbahaya yang bisa menyakiti barisan pertahanan lawan. Sepanjang laga, Ronaldo telah berulang kali melakukan pergerakan membuka ruang, meminta umpan silang, dan menunggu di dalam kotak penalti, tetapi umpan yang dinanti tersebut tidak pernah kunjung datang. Ibrahimovic mempertanyakan logika taktik Portugal yang menolak memberikan suplai bola matang padahal mereka memiliki sosok finisher terbaik di dunia, sebuah pendekatan yang ia sebut sama sekali bukan cerminan dari kecerdasan sepak bola.
Di sisi lain, Ibrahimovic memberikan apresiasi tinggi kepada Timnas Spanyol yang sukses keluar sebagai pemenang. Ia menilai Spanyol sangat pantas mendapatkan kredit besar karena para pemainnya terus menjaga keyakinan dan fokus hingga detik terakhir pertandingan. Skuad Matador dinilai sukses mengalirkan bola dengan penuh kesabaran, mengendalikan tempo permainan secara matang, dan dengan cerdik menunggu momen sampai Portugal melakukan satu kesalahan fatal. Momen kelengahan itu akhirnya datang dan langsung dihukum secara sempurna oleh Mikel Merino. Bagi Ibrahimovic, hasil pertandingan ini memperlihatkan perbedaan yang sangat mencolok antara tim yang memiliki identitas permainan yang jelas dengan tim yang hanya dipenuhi oleh individu-individu yang mencoba menyelesaikan semua masalah secara mandiri di lapangan.
