GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

UPN Veteran Jatim Dorong Modernisasi Pertanian melalui Alat Penyiang Gulma Mini

Dorong Modernisasi Pertanian, Tim Pengabdian UPN "Veteran" Jawa Timur Kenalkan Alat Penyiang Gulma Mini di Desa Banjaragung Tuban untuk Mendukung SDGs 2 dan SDGs 8

Suara Time, Surabaya - Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan sekaligus demonstrasi alat penyiang gulma padi mini di Desa Banjaragung, Kecamatan Rangel, Kabupaten Tuban.

Kegiatan ini lahir dari kegelisahan yang selama ini dirasakan para petani setempat, yakni tingginya beban biaya operasional serta minimnya sentuhan teknologi pada peralatan pertanian yang mereka gunakan. Kondisi tersebut diperparah dengan kecenderungan generasi muda yang lebih tertarik bekerja di sektor industri ketimbang menekuni pertanian, sebuah bidang yang di mata mereka masih terkesan konvensional dan kurang menjanjikan.

Padahal, Desa Banjaragung dikenal sebagai kawasan agraris dengan padi sebagai komoditas utama, yang pengelolaannya dinaungi oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di bawah BUMDes Agung Sejahtera Banjaragung.

Dengan lahan sawah yang luas dan sistem irigasi yang cukup baik, desa ini sebenarnya memiliki potensi pertanian yang besar. Sayangnya, proses penyiangan gulma padi selama ini masih dikerjakan secara manual, sehingga menyerap banyak tenaga kerja dan waktu, sehingga membutuhkan biaya operasional yang cukup besar.

Melalui inovasi alat penyiang gulma mini ini, tim pengabdian berharap dapat menjawab persoalan biaya dan keterbatasan tenaga kerja yang dihadapi petani. Lebih dari itu, kehadiran alat ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak produktivitas Gapoktan sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat dikelola oleh BUMDes Agung Sejahtera. Nantinya, alat bantuan tersebut diharapkan dapat dikelola secara optimal oleh pengurus BUMDes agar Gapoktan bisa memanfaatkannya dengan biaya sewa yang ringan.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa dan area persawahan Banjaragung ini diikuti oleh 25 peserta, mulai dari perangkat desa, anggota Gapoktan, hingga pengelola BUMDes. Penyuluhan disampaikan oleh tiga narasumber dari Program Studi Teknik Mesin dengan pembagian materi yang saling melengkapi. Tria Puspa Sari membuka sesi dengan memaparkan latar belakang pengembangan alat, fungsi, manfaat, serta komponen dan cara kerjanya.

Dilanjutkan oleh Danny Pratama Lamura yang menjelaskan tahapan pemeriksaan sebelum penggunaan hingga langkah-langkah menghidupkan dan mengoperasikan mesin. Sesi terakhir diisi oleh Rizqa Ruviana yang membekali peserta dengan pengetahuan seputar pembersihan alat setelah digunakan, pengecekan komponen, dan jadwal perawatan berkala.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara, terutama ketika memasuki sesi praktik dan demonstrasi langsung di lapangan. Berbagai pertanyaan teknis pun bermunculan dari para petani yang penasaran dengan cara kerja mesin tersebut.

Hasil kuisioner yang dibagikan kepada peserta turut mengonfirmasi hal ini: sebelum penyuluhan digelar, mayoritas petani belum familiar dengan keberadaan alat penyiang gulma semacam ini, namun setelah mengikuti kegiatan, mereka mengaku memahami manfaatnya dan menaruh harapan besar terhadap kemajuan proses bertani ke depan.

Selain menjadi solusi teknis di lahan sawah, keberadaan alat ini juga berpotensi menjadi lini usaha baru yang dapat dikembangkan BUMDes Agung Sejahtera. Melalui skema penyewaan alat dengan tarif terjangkau, Gapoktan dapat menekan biaya pemeliharaan tanaman padi sekaligus mengatasi kendala kurangnya tenaga kerja saat musim penyiangan tiba.

Ketua tim pengabdian menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat menjadi solusi tepat guna yang membantu petani maupun BUMDes dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Senada dengan itu, Zain, salah satu perwakilan Gapoktan yang mengikuti pelatihan, mengaku alat tersebut akan sangat meringankan pekerjaan mereka ke depannya karena lebih ringan dan lebih mudah dioperasikan dibandingkan metode manual yang selama ini menguras banyak tenaga dan biaya.

Alat penyiang gulma padi hasil karya Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Teknik Mesin UPN "Veteran" Jawa Timur ini merupakan salah satu bentuk teknologi tepat guna yang diharapkan memberi dampak nyata bagi kelompok tani dan BUMDes Agung Sejahtera Banjaragung.

Ke depan, kegiatan pengabdian semacam ini diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat direplikasi oleh kelompok tani maupun pengelola BUMDes di wilayah lain. Melalui program ini, tim berharap produktivitas petani dapat meningkat, biaya operasional dapat ditekan, sekaligus membuka peluang bisnis baru di tingkat desa dan sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 tentang Tanpa Kelaparan dan SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, di Desa Banjaragung, Tuban.

Type above and press Enter to search.