GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Sergio Ramos Sebut Cristiano Ronaldo Berjuang Sendirian dan Dikecewakan Skuad Portugal

Sergio Ramos bela Cristiano Ronaldo di Piala Dunia. (Foto: Dok/Ist). 

Suara Time, Jakarta — Publik boleh saja melontarkan kritik tajam pasca-kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026, tetapi realita di lapangan justru mengungkap fakta menyedihkan yang dialami oleh Cristiano Ronaldo. Sang megabintang tampak layaknya seorang gladiator yang dipaksa berjuang sendirian di tengah medan perang tanpa adanya perlindungan maupun dukungan dari pasukannya sendiri. Alih-alih menghujat pemain berjuluk CR7 tersebut karena gagal membawa pulang trofi emas Piala Dunia, pencinta sepak bola seharusnya melihat akar masalah yang sebenarnya terjadi di dalam internal skuad Selecao das Quinas.

Di usianya saat ini, Ronaldo jelas telah bertransformasi menjadi seorang predator kotak penalti murni yang sangat bergantung pada suplai bola matang serta kreativitas dari lini tengah tim. Namun ironisnya, di momen krusial yang seharusnya menjadi panggung 'tarian terakhir' sang legenda, ketakutan rekan-rekan setimnya justru menghancurkan segalanya. Di saat tim sedang dalam posisi tertinggal, para pemain lain seolah bersembunyi dari tanggung jawab besar dan membiarkan sang kapten memikul beban berat itu seorang diri di pundaknya. Tragedi pengorbanan yang tak terbalas ini akhirnya memancing simpati dan pembelaan emosional dari mantan rekan setimnya di Real Madrid sekaligus legenda Spanyol, Sergio Ramos.

Ramos menegaskan bahwa Cristiano Ronaldo harus tetap merasa bangga dengan apa yang telah dia tunjukkan sepanjang turnamen Piala Dunia ini karena sang pemain telah memberikan segalanya demi lambang negara di dada. Menurut pandangan Ramos, Ronaldo sudah berjuang mati-matian sampai peluit akhir berbunyi, namun justru kerja keras rekan setimnya yang mengecewakan sang kapten. Pada tahap kariernya yang sekarang, Ronaldo sangat membutuhkan lebih banyak suplai bola di dalam area penalti, tetapi dukungan krusial itu terlalu sering tidak pernah datang dari lini kedua maupun sektor sayap Portugal.

Mantan kapten Real Madrid tersebut juga mengkritik mentalitas skuad Portugal saat ini yang dinilainya kurang berani mengambil risiko. Ramos mengaku tidak melihat cukup banyak pemain di lapangan yang bersedia mengambil tanggung jawab besar, melepaskan umpan-umpan berisiko yang mematikan, atau sekadar ikut berjuang mati-matian untuk Ronaldo di saat-saat yang paling menentukan. Ia menambahkan bahwa ketika seorang legenda hidup kemungkinan besar sedang memainkan turnamen internasional terakhir dalam hidupnya, seluruh anggota tim seharusnya melakukan segala hal yang mungkin demi memberikan sebuah perpisahan yang layak dan manis. Bagi Ramos, Cristiano tetaplah pemain terbaik yang dimiliki Portugal di turnamen ini, namun sayangnya ia harus pulang dengan kepala tertunduk karena tidak menerima dukungan yang layak dari rekan-rekan satu timnya.

Type above and press Enter to search.