![]() |
| Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut adalah penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis Total Quality Management (TQM). (Foto: Dok/Ist). |
Konsep TQM selama ini banyak diterapkan dalam dunia industri dan
bisnis untuk meningkatkan kualitas produk maupun layanan. Namun dalam
perkembangannya, TQM juga dapat diterapkan pada sektor pendidikan, termasuk
pendidikan Al-Qur'an. Melalui pendekatan ini, setiap unsur organisasi didorong
untuk melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencapai mutu yang lebih baik.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat
yang terdiri dari Amirudin, S.E., M.M. dan Nurmono, S.E., M.M.
melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan di Yayasan Cinta Qur'an Kota
Tangerang Selatan dengan tema "Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis
Total Quality Management (TQM) dalam Peningkatan Mutu Bacaan Al-Qur'an."
Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan dan keterampilan kepada pengurus, tenaga pendidik, dan pengelola yayasan agar mampu menerapkan prinsip-prinsip TQM dalam proses pembelajaran Al-Qur'an sehingga menghasilkan kualitas bacaan yang semakin baik.
Peran Strategis Yayasan Cinta Qur'an dalam Pendidikan Keagamaan
Yayasan Cinta Qur'an merupakan salah satu lembaga pendidikan keagamaan
yang memiliki komitmen tinggi dalam membina generasi Qur'ani. Melalui berbagai
program pembelajaran Al-Qur'an, yayasan berupaya menanamkan kemampuan membaca,
memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Cinta Qur'an, Nur Hasanah, S.Pd.,
menyampaikan bahwa kualitas bacaan Al-Qur'an merupakan fondasi utama dalam
pendidikan Islam.
Menurut beliau, kemampuan membaca Al-Qur'an secara tartil sesuai
kaidah tajwid tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan proses
pembelajaran yang berkualitas, tenaga pendidik yang kompeten, serta sistem
pengelolaan yang baik.
Beliau juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan yayasan.
Pentingnya Manajemen SDM dalam Lembaga Pendidikan Al-Qur'an
Keberhasilan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas
sumber daya manusianya. Dalam konteks pendidikan Al-Qur'an, SDM yang dimaksud
meliputi:
- Pengurus yayasan
- Kepala program
pendidikan
- Guru atau ustaz dan
ustazah
- Tenaga administrasi
- Relawan pendidikan
Semua unsur tersebut memiliki peran penting dalam menciptakan proses
pembelajaran yang efektif.
Amirudin, S.E., M.M. menjelaskan bahwa banyak lembaga pendidikan yang
memiliki fasilitas memadai tetapi belum mampu menghasilkan kualitas lulusan
yang optimal karena pengelolaan SDM belum dilakukan secara sistematis.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM menjadi langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur'an.
Memahami Konsep Total Quality Management (TQM)
Total Quality Management merupakan pendekatan manajemen yang berfokus
pada kualitas secara menyeluruh melalui keterlibatan semua anggota organisasi.
TQM memiliki beberapa prinsip utama:
1. Fokus pada Pelanggan
Dalam pendidikan Al-Qur'an, pelanggan dapat diartikan sebagai:
- Santri
- Orang tua
- Masyarakat
Semua layanan pendidikan harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan
mereka.
2. Perbaikan Berkelanjutan
Setiap proses pembelajaran harus dievaluasi dan diperbaiki secara
terus-menerus.
3. Keterlibatan Semua Pihak
Mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi
seluruh unsur organisasi.
4. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Data
Evaluasi kualitas bacaan Al-Qur'an harus dilakukan secara objektif dan
terukur.
5. Kepemimpinan yang Visioner
Pimpinan yayasan harus mampu menggerakkan seluruh sumber daya untuk mencapai mutu pendidikan yang lebih baik.
Implementasi TQM dalam Peningkatan Mutu Bacaan Al-Qur'an
Penerapan TQM dalam pendidikan Al-Qur'an dapat dilakukan melalui
beberapa langkah berikut:
A. Standarisasi Pembelajaran
Yayasan perlu memiliki standar yang jelas mengenai:
- Target hafalan
- Target bacaan
- Standar tajwid
- Standar makharijul
huruf
Dengan adanya standar, kualitas pembelajaran menjadi lebih terukur.
B. Pengembangan Kompetensi Guru
Guru merupakan ujung tombak pendidikan.
Melalui pelatihan rutin, guru dapat meningkatkan:
- Kemampuan tajwid
- Metode mengajar
- Teknik evaluasi
- Pengelolaan kelas
Nurmono, S.E., M.M. menegaskan bahwa investasi terbaik dalam
pendidikan adalah investasi pada peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
C. Sistem Evaluasi Berkala
Mutu bacaan santri harus dievaluasi secara berkala melalui:
- Tes lisan
- Ujian praktik
- Monitoring harian
- Penilaian
perkembangan individu
Evaluasi ini membantu mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai.
Tantangan dalam Peningkatan Mutu Bacaan Al-Qur'an
Meski memiliki tujuan yang mulia, lembaga pendidikan Al-Qur'an
menghadapi berbagai tantangan.
1. Perbedaan Kemampuan Santri
Setiap santri memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami
bacaan Al-Qur'an.
2. Keterbatasan Waktu Pembelajaran
Banyak santri hanya memiliki waktu belajar yang terbatas karena aktivitas
sekolah formal.
3. Keterbatasan SDM Berkualitas
Tidak semua lembaga memiliki tenaga pengajar yang memenuhi standar
kompetensi yang sama.
4. Kurangnya Sistem Monitoring
Beberapa lembaga masih mengandalkan metode konvensional tanpa evaluasi
yang terstruktur.
Melalui pendekatan TQM, tantangan tersebut dapat diatasi secara bertahap melalui sistem yang terencana dan berkelanjutan.
Peran Kepemimpinan dalam Membangun Budaya Mutu
Keberhasilan penerapan TQM sangat bergantung pada kualitas
kepemimpinan.
Dalam kegiatan ini, perwakilan manajemen yang diwakili oleh Tarwin,
S.E., M.M. menegaskan bahwa budaya mutu harus dimulai dari pimpinan
organisasi.
Menurut beliau, pimpinan harus menjadi teladan dalam:
- Disiplin kerja
- Komitmen terhadap
kualitas
- Pengembangan SDM
- Pelayanan pendidikan
Kepemimpinan yang kuat akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan produktif.
Hasil Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Yayasan Cinta Qur'an
mendapatkan respons yang sangat positif dari peserta.
Beberapa hasil yang dicapai antara lain:
1. Peningkatan Pemahaman tentang TQM
Peserta memahami konsep dasar TQM dan manfaatnya dalam pendidikan
Al-Qur'an.
2. Meningkatnya Kesadaran Pentingnya Standar Mutu
Guru dan pengurus mulai menyusun indikator mutu pembelajaran.
3. Terbentuknya Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Peserta berkomitmen melakukan evaluasi dan pengembangan secara
berkala.
4. Penguatan Kerja Sama Tim
Seluruh unsur yayasan semakin memahami pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.
Dampak Jangka Panjang bagi Yayasan Cinta Qur'an
Apabila prinsip TQM diterapkan secara konsisten, manfaat yang dapat
dirasakan antara lain:
- Kualitas bacaan
Al-Qur'an santri meningkat.
- Kompetensi guru
semakin baik.
- Kepercayaan masyarakat
terhadap yayasan meningkat.
- Jumlah peserta didik
bertambah.
- Reputasi lembaga
semakin kuat.
Lebih dari itu, yayasan dapat menjadi model pendidikan Al-Qur'an berbasis mutu yang dapat direplikasi oleh lembaga lain.
Refleksi Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bukan sekadar pelaksanaan
kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi merupakan bentuk nyata kontribusi
akademisi dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara tim dosen, pengurus yayasan, tenaga
pendidik, dan masyarakat, tercipta ruang pembelajaran bersama yang memberikan
manfaat luas.
Program ini menunjukkan bahwa pendekatan manajemen modern seperti TQM dapat diadaptasi dan diterapkan secara efektif dalam pendidikan keagamaan tanpa mengurangi nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasinya.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui penerapan Manajemen
Sumber Daya Manusia berbasis Total Quality Management (TQM) merupakan
langkah strategis dalam meningkatkan mutu bacaan Al-Qur'an di Yayasan Cinta
Qur'an Kota Tangerang Selatan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Amirudin,
S.E., M.M. dan Nurmono, S.E., M.M., peserta memperoleh wawasan baru
mengenai pentingnya budaya mutu, pengembangan SDM, evaluasi berkelanjutan, dan
kepemimpinan yang visioner dalam pengelolaan pendidikan Al-Qur'an.
Dengan dukungan Ketua Yayasan Cinta Qur'an Nur Hasanah, S.Pd.
serta sambutan perwakilan manajemen Tarwin, S.E., M.M., kegiatan ini
menjadi momentum penting untuk membangun sistem pendidikan Al-Qur'an yang lebih
profesional, berkualitas, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, kualitas bacaan Al-Qur'an tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kualitas sistem yang mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan TQM menjadi salah satu solusi strategis untuk menciptakan generasi Qur'ani yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
*) Penulis adalah Amirudin, S.E., M.M. dan Nurmono, S.E., M.M., Dosen Fakultas Managemen Universitas Pamulang.
