GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Kopri Gelar SIG, Ketua PC PMII Paser Soroti Kerentanan Pelecehan di Kampus dan Sekolah

Kopri Kabupaten Paser menggelar Sekolah Islam Gender (SIG) ke-4 di Kantor Kecamatan Tanah Grogot, Minggu (03/05/2026). (Foto: Dok/Ist).
Suara Time, Paser - Pengurus Cabang (PC) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Paser menggelar Sekolah Islam Gender (SIG) ke-4 di Kantor Kecamatan Tanah Grogot, Minggu (03/05/2026).

Kegiatan ini merupakan kaderisasi formal tahap pertama bagi anggota perempuan PMII setelah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA).

Turut hadir sejumlah alumni seperti Nur Dina Camelia yang menjabat sebagai Divisi Hukum dan Pengawasan Internal KPU Kabupaten Paser, Ketua Kopri PKC Kaltim Amiratuzzakirah, Ketua PC PMII Paser Yarahman, serta jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Yarahman mengapresiasi pelaksanaan SIG yang diinisiasi Ketua PC Kopri Paser Sumarni beserta jajarannya. Ia menegaskan pentingnya kader Kopri memiliki kepekaan terhadap isu-isu aktual, khususnya maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi maupun sekolah.

“SIG merupakan kewajiban kader Kopri dalam menjalankan roda organisasi. Namun, lebih dari itu, forum ini harus menjadi ruang diskursus untuk merespons persoalan hari ini, terutama kasus pelecehan seksual, baik verbal maupun nonverbal, yang kian marak di kampus bahkan di sekolah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sikap Menteri Kebudayaan RI terkait wacana penulisan ulang sejarah pemerkosaan massal pada peristiwa Mei 1998. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menjadi bentuk pemburaman bahkan penghapusan dosa sejarah dan perlu mendapat perhatian luas, terutama dari kalangan kader PMII Paser.

“Upaya menghadirkan ruang aman bagi perempuan menjadi kontradiktif ketika di saat yang sama muncul wacana penulisan ulang sejarah 1998,” tegasnya.

Di penghujung sambutan, Yarahman berpesan kepada kader Kopri untuk terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kesadaran kolektif dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual. Ia menekankan bahwa perjuangan kelompok rentan membutuhkan dukungan semua pihak, terutama melalui penguatan peran kader PMII Paser.

Komentar0

Type above and press Enter to search.