![]() |
| CV Kans Indonesia bersama Tim Hibah Jarpak Membangun Desa Universitas Sebelas Maret (UNS). (Foto: Dok/Ist). |
Kegiatan ini
menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan limbah
organik rumah tangga menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus mendukung
kemandirian pangan keluarga di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Acara diawali
dengan sambutan dari ketua pelaksana kegiatan, perwakilan CV Kans Indonesia,
hingga pihak Kelurahan Joglo. Dalam sambutannya, pihak kelurahan menegaskan
pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik
secara produktif dan ramah lingkungan.
Memasuki sesi
utama, narasumber dari CV Kans Indonesia, Muhammad Aji Pamungkas, S.P.,
memaparkan materi mengenai budidaya maggot dan budikdamber dengan komoditas
lele dan bayam brazil. Materi yang disampaikan mencakup seluruh tahapan
budidaya, mulai dari penentuan lokasi, persiapan alat dan bahan, teknik
pemeliharaan, hingga proses panen.
“Melalui
integrasi budidaya maggot dan lele, masyarakat tidak hanya belajar mengelola sampah
organik, tetapi juga mampu menghasilkan pakan alternatif yang lebih efisien dan
bernilai ekonomi,” ujar Muhammad Aji Pamungkas.
Ia menjelaskan
bahwa maggot Black Soldier Fly (BSF) dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan
alternatif berprotein tinggi yang berasal dari pengolahan limbah organik rumah
tangga. Pendekatan ini dinilai mampu menekan biaya produksi budidaya ikan
sekaligus membantu mengurangi timbulan sampah organik di lingkungan masyarakat.
Selain itu,
konsep budikdamber dinilai relevan diterapkan di kawasan perkotaan karena
memanfaatkan ruang terbatas untuk menghasilkan sumber pangan mandiri. Integrasi
antara budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah menjadi solusi praktis dalam
mendukung ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.
Kegiatan
berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti dengan
antusias oleh peserta. Berbagai pertanyaan terkait penerapan teknis budidaya
menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sistem pertanian dan perikanan
terpadu tersebut.
Sebagai bentuk
penguatan praktik lapangan, peserta juga mengikuti kegiatan demonstrasi
langsung di lahan warga untuk mempelajari sistem budidaya lele dan budikdamber
yang telah dipersiapkan oleh mahasiswa KKN UNS. Pendekatan praktik langsung ini
diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mengadopsi teknologi budidaya
secara mandiri.
Kegiatan
kemudian ditutup dengan penyerahan vendel sebagai bentuk apresiasi dan sesi
dokumentasi bersama antara peserta, mahasiswa, dan pihak penyelenggara.
Melalui
kolaborasi lintas sektor ini, CV Kans Indonesia bersama UNS dan KWT Ngadi Asih
berharap dapat membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi
sirkular yang berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menjadi contoh
pengelolaan sampah organik dan penguatan ketahanan pangan keluarga yang dapat
direplikasi di berbagai wilayah lainnya.

Komentar0