![]() |
| KY RI Wilayah Kalsel terima kunjungan audiensi Pengurus Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Banjarmasin. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Banjarmasin – Kantor Penghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan menerima kunjungan audiensi dari Pengurus Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Banjarmasin. Pertemuan ini menjadi ajang diskusi substansial mengenai penguatan integritas pilar yudikatif serta peran strategis perempuan dalam memahami struktur ketatanegaraan.
Audiensi ini membahas secara mendalam rencana program Sekolah Politik Perempuan yang diinisiasi oleh KOHATI, sekaligus mengeksplorasi edukasi publik mengenai peran Komisi Yudisial dalam sistem Trias Politica untuk menjaga kehormatan dan martabat hakim.
Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Kalimantan Selatan, Bapak Syaban Husin Mubarak, menyampaikan apresiasi penuh atas inisiatif yang dibawa oleh pengurus KOHATI. Beliau menilai gerakan ini sejalan dengan visi KY dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi penuh rencana program dari KOHATI Cabang Banjarmasin. Kami menyambut baik dan sangat terbuka dengan kegiatan-kegiatan edukasi yang diusulkan. Hal ini diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan Komisi Yudisial dalam menjangkau dan mengedukasi masyarakat yang ada di Kalimantan Selatan," ujar Bapak Syaban Husin Mubarak dalam pertemuan tersebut.
Ketua Umum KOHATI Cabang Banjarmasin, Anisa Razak Khairina, menekankan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pemahaman hukum yang lebih merata di masyarakat.
"Kami ingin Sekolah Politik Perempuan ini menjadi wadah edukasi yang komprehensif. Dengan dukungan dari Komisi Yudisial RI Wilayah Kalsel, kami berharap pemuda dan perempuan di Banua tidak hanya melek politik, tetapi juga paham bagaimana menjaga marwah institusi yudikatif demi keadilan yang berintegritas," ungkap Anisa.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan rencana komunikasi lebih lanjut untuk mendalami konsep program edukasi politik dan integritas tersebut, sebagai langkah awal dalam mewujudkan kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat luas di Kalimantan Selatan.

Komentar0