GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Bertemu DPD RI Provinsi Banten, DEMA FDIKOM UIN Ciputat Berikan Rekomendasi Kebijakan

Ketua Umum dan Sekretaris Departemen Kajian Aksi Strategis DEMA FDIKOM di Kongres V BEM Banten Bersatu. (Foto: Dok/Ist).
Suara Time, Serang — Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan pertemuan strategis dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Provinsi Banten dalam rangka menyampaikan rekomendasi kebijakan berbasis hasil kajian mahasiswa. Pertemuan tersebut berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang.

Kehadiran DEMA FDIKOM dalam momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Meskipun DEMA FDIKOM berada dalam naungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, secara geografis kampus tersebut terletak di wilayah Tangerang Selatan yang merupakan bagian dari Provinsi Banten. Hal ini menjadikan DEMA FDIKOM memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika sosial, politik, dan pembangunan daerah di Banten. Oleh karena itu, keterlibatan DEMA FDIKOM dalam pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kontribusi mahasiswa hadir secara nyata dalam merespons dan mengawal isu-isu daerah di tingkat provinsi.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DEMA FDIKOM, Muhammad Zidan Ramdani, yang turut didampingi oleh Sekretaris Departemen Kajian dan Aksi Strategis, Arif Alamsyah Siregar. Dalam kesempatan tersebut, DEMA FDIKOM menyampaikan sejumlah poin rekomendasi yang berfokus pada isu strategis daerah, mulai dari penguatan pemberdayaan masyarakat, pengawasan kebijakan publik, hingga optimalisasi peran pemerintah daerah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat.

Dalam sesi wawancara, Muhammad Zidan Ramdani menegaskan bahwa momentum ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan gagasan mahasiswa dengan pemangku kebijakan di tingkat daerah. Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi suara masyarakat.

“Kami hadir bukan sekadar untuk berdiskusi, tetapi membawa gagasan yang lahir dari kajian kritis dan aspirasi masyarakat. Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa suara mahasiswa dapat didengar langsung oleh DPD RI sebagai representasi daerah,” ujar Zidan.

Lebih lanjut, Zidan juga menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan lembaga negara dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan pengambil kebijakan.

Sementara itu, Arif Alamsyah Siregar menambahkan bahwa Departemen Kajian dan Aksi Strategis DEMA FDIKOM terus berupaya menghadirkan kajian-kajian yang relevan dan solutif terhadap berbagai persoalan daerah. Ia berharap, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan langkah konkret dalam mengawal kebijakan publik di Banten.

Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial, melainkan menjadi titik awal dari keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses advokasi kebijakan publik di tingkat daerah. DEMA FDIKOM berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu strategis serta mendorong kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Komentar0

Type above and press Enter to search.