GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Dukung Sinergi Progresif di Fakultas, Ketua Umum DEMA FDIKOM Tegaskan Ormawa Bukan Sekadar Pelengkap

Ketua Umum DEMA FDIKOM UIN Jakarta Masa Bakti 2026, Muhammad Zidan Ramdani. (Foto: Dok/Ist). 

Suara Time, Jakarta- Ketua Umum DEMA FDIKOM UIN Jakarta Masa Bakti 2026, Muhammad Zidan Ramdani, menegaskan pentingnya membangun sinergi progresif di lingkungan fakultas sebagai fondasi utama dalam menciptakan ekosistem kampus yang inovatif dan berkelanjutan. Dalam wawancara terbaru, ia menyampaikan bahwa organisasi kemahasiswaan (ormawa) memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dinamika kampus, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun advokasi mahasiswa.

Menurut Zidan, keberadaan ormawa bukan sekadar pelengkap struktur kelembagaan, melainkan menjadi tulang punggung dalam menghidupkan ruang-ruang partisipasi mahasiswa. Ia menekankan bahwa kolaborasi antarormawa, serta hubungan yang harmonis dengan pihak fakultas, menjadi kunci dalam menciptakan program-program yang berdampak nyata. “Ingat! Ormawa adalah tulang punggung di kampus. Tanpa peran aktif kami, kampus akan kehilangan denyut kehidupan mahasiswanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zidan juga mendorong seluruh elemen mahasiswa untuk mengedepankan semangat kolektif dan inklusif dalam setiap gerakan. Ia melihat bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pendekatan yang inovatif dan adaptif dalam merespons berbagai isu, baik di tingkat fakultas maupun nasional. Sinergi progresif, menurutnya, bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga tentang membangun visi bersama untuk kemajuan institusi, termasuk menjaga hubungan yang solid antara sivitas akademika—baik dekanat maupun ormawa.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya melalui pengembangan Lembaga Otonom (LO), Lembaga Semi Otonom (LSO), serta Lembaga Penyiaran Kampus yang ada di FDIKOM. Menurutnya, keberadaan lembaga-lembaga tersebut harus dioptimalkan sebagai ruang kaderisasi, eksplorasi minat dan bakat, serta penguatan kompetensi mahasiswa. Dengan dukungan yang tepat, lembaga-lembaga ini dapat menjadi pilar penting dalam menciptakan mahasiswa yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Menutup wawancara, Zidan berharap DEMA FDIKOM UIN Jakarta dapat terus menjadi motor penggerak perubahan yang membawa nilai-nilai kebermanfaatan bagi seluruh civitas akademika. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak apatis terhadap organisasi, melainkan aktif terlibat dalam membangun kultur kampus yang progresif, inovatif, dan berkelanjutan. “Mari kita jaga semangat ini bersama, karena masa depan kampus ada di tangan kita,” tutupnya.

Komentar0

Type above and press Enter to search.