Suara Time, Jakarta - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program KKN Berdampak Semester Genap 2025/2026 melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sumberkerto, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, pada tanggal 24 Januari hingga 24 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 29 mahasiswa lintas fakultas yang tergabung dalam Kelompok 6 dengan mengusung tema “Optimalisasi Potensi Desa Melalui Program Desa Cerdas”. Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital yang relevan dengan kebutuhan desa.
Desa Sumberkerto merupakan wilayah dengan luas sekitar 10,925 km² yang terdiri atas 6 RW dan 29 RT, dengan jumlah penduduk sekitar 4.446 jiwa. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani tebu, sementara sebagian lainnya bekerja di sektor jasa maupun merantau ke luar daerah.
Potensi pertanian yang besar, khususnya komoditas tebu, menjadi kekuatan utama desa ini. Selain itu, nilai kebersamaan dan gotong royong masyarakat masih sangat kuat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti panen raya, tasyakuran, lomba desa, dan kegiatan keagamaan.
Namun demikian,
pemanfaatan teknologi digital dalam sistem administrasi dan promosi potensi
desa masih belum optimal, sehingga diperlukan inovasi yang mampu menjawab
tantangan tersebut.
Menjawab kebutuhan tersebut, program utama KKN difokuskan pada pembuatan aplikasi dan website Desa Sumberkerto. Pengembangan platform digital ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi sekaligus menjadi sarana publikasi dan promosi desa.
Website dan aplikasi desa memuat profil desa, data demografis, struktur
pemerintahan, serta informasi potensi desa, termasuk sektor pertanian tebu dan
kegiatan masyarakat. Melalui fitur publikasi, berbagai aktivitas seperti lomba,
panen tebu, tasyakuran, dan kegiatan sosial lainnya dapat diunggah sehingga
dapat diketahui secara luas oleh masyarakat maupun pihak luar.
Salah satu inovasi penting dalam aplikasi tersebut adalah layanan permohonan surat secara daring. Masyarakat cukup mengakses aplikasi, memilih jenis surat yang dibutuhkan, dan mengisi data diri secara langsung.
Data tersebut kemudian otomatis terinput ke sistem admin
desa melalui website, sehingga perangkat desa dapat segera memproses permohonan
tersebut. Sistem ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, menghemat waktu,
serta meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik. Digitalisasi
administrasi ini menjadi langkah konkret menuju tata kelola desa yang lebih
modern dan responsif.
Selain sebagai sarana pelayanan, pembuatan website dan aplikasi desa juga bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi Desa Sumberkerto guna menarik investor dari luar daerah. Dengan adanya media digital resmi, potensi desa dapat dipromosikan secara lebih profesional dan terstruktur.
Hal ini diharapkan mampu membuka peluang kerja
sama dan investasi, khususnya di sektor pertanian, UMKM, maupun pengembangan
potensi lainnya. Kehadiran platform digital tersebut menjadi representasi wajah
baru Desa Sumberkerto sebagai desa yang adaptif terhadap perkembangan
teknologi.
Pelaksanaan program ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, di mana mahasiswa berkoordinasi secara aktif dengan perangkat desa dan masyarakat setempat.
Sosialisasi dan pendampingan teknis juga diberikan agar perangkat desa mampu mengelola dan memperbarui sistem secara mandiri setelah masa KKN berakhir. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi diharapkan dapat berkelanjutan dan terus berkembang sesuai kebutuhan desa.
Secara keseluruhan, KKN UMM Berdampak di Desa Sumberkerto menunjukkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan solutif.
Melalui pengembangan aplikasi dan website desa, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa. Program ini menjadi langkah awal menuju Desa Sumberkerto yang lebih cerdas, transparan, dan berdaya saing di era digital.

Komentar0