![]() |
| Ilustrasi- (Foto: Istimewa). |
Suara Time, Kolom - Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai pedoman utama dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila menjadi landasan moral, etika, dan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam kondisi kebangsaan Indonesia saat ini, yang ditandai dengan arus globalisasi, pesatnya perkembangan teknologi, serta perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, keberadaan Pancasila tetap memiliki peran yang sangat penting. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai simbol negara, tetapi juga sebagai penuntun dalam menjaga persatuan, mewujudkan keadilan sosial, serta mempertahankan identitas nasional di tengah pengaruh budaya global.
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kemajuan ini memberikan dampak positif, seperti kemudahan dalam memperoleh informasi, memperluas komunikasi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Masyarakat dapat dengan cepat menyampaikan aspirasi dan pendapatnya melalui berbagai platform digital.
Namun demikian, kemajuan teknologi juga menimbulkan berbagai dampak negatif. Penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks, maraknya ujaran kebencian, serta meningkatnya konflik yang dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan politik, suku, agama, dan budaya menjadi tantangan serius bagi persatuan bangsa. Apabila kondisi ini tidak disikapi dengan bijaksana, maka dapat memicu perpecahan dan melemahkan rasa kebangsaan.
Dalam menghadapi permasalahan tersebut, nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Persatuan Indonesia serta Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memiliki peran yang sangat strategis. Nilai toleransi, sikap saling menghormati, serta semangat gotong royong harus terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat agar perbedaan dapat dijadikan sebagai kekuatan, bukan sebagai sumber konflik.
Selain tantangan sosial, Indonesia juga masih menghadapi persoalan ketimpangan sosial dan ekonomi. Perbedaan tingkat kesejahteraan antara kelompok masyarakat dan antarwilayah menunjukkan bahwa cita-cita keadilan sosial belum sepenuhnya terwujud. Kondisi ini bertentangan dengan nilai sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkeadilan.
Generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam mengamalkan dan melestarikan nilai-nilai Pancasila. Melalui pendidikan karakter, sikap kritis terhadap informasi, serta penggunaan media digital secara bijak dan bertanggung jawab, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang menjaga persatuan bangsa. Dengan pemahaman Pancasila yang kuat, generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat ditegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi pedoman utama dalam menghadapi berbagai kondisi kebangsaan Indonesia saat ini. Nilai-nilai Pancasila harus terus diinternalisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak, bangsa Indonesia dapat menghadapi tantangan global secara bijaksana tanpa mengabaikan persatuan, keadilan, serta keharmonisan sosial. Pancasila menjadi kunci agar Indonesia tetap berdiri sebagai bangsa yang berdaulat, berkarakter, dan bermartabat.
*) Penulis adalah Nabila Chintya Devi, Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Komentar0