Suara Time, Jakarta - Industri parfum lokal Indonesia berkembang dengan pesat. Bukan hanya tentang aroma, namun juga cerita unik di balik setiap bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.
ALEA Parfum mempunyai komponen penting dalam perjalannya, yaitu 'Cerita'. Satu kata ini menemani ALEA Parfum dalam menyebarkan aromanya di bisnis parfum lokal.
Founder & CEO of ALEA Parfum, Ajeril Shin Chou mengaku tidak mempunyai latar belakang di bidang industri kosmetik. Tetapi hal itu tak menjadi penghalang mimpi bagi Ajeril Shin Chou untuk menghadirkan parfum dengan kualitas bersaing dan harga terjangkau.
Di luar keinginan untuk dapat berkontribusi dalam kemajuan brand lokal, sejak awal mengembangkan ALEA Parfum, kami menekankan hal berbeda yang dapat terlihat melalui brand parfum yang kami hadirkan adalah bagaimana cara ALEA Parfum membangun keterlibatan dengan konsumen,"
Melalui ALEA Parfum, Ajeril Shin Chou ingin menghadirkan produk yang memiliki cerita berbeda namun dekat dengan kehidupan manusia
Ajeril melihat potensi besar pada industri parfum lokal. Terlebih dengan kekayaan sumber daya Indonesia yang mendukung dalam pembuatan wewangian khas Tanah Air. Bahkan faktanya, kata Ajeril Shin Chou, Indonesia telah aktif menjadi produsen bahan mentah parfum dunia.
Untuk menghasilkan produk parfum, kami berkolaborasi dengan produsen lokal. Kami juga bekerjasama dengan perkebunan-perkebunan lokal untuk melengkapi bahan-bahan produk ALEA Parfum,” tambah Ajeril.
Sejumlah strategi untuk memperluas jangkauan penjualan pun dilakukan Ajeril Shin Chou. Salah satunya dengan merambah ranah digital.
Walau berjualan parfum melalui ranah digital bukanlah sesuatu yang familiar, khususnya karena kesulitan untuk menjelaskan produknya. Tetapi kami ingin mempermudah akses dan proses berbelanja, dimana hal tersebut dalam mempengaruhi dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Jakarta,Industri parfum lokal Indonesia berkembang dengan pesat. Bukan hanya tentang aroma, namun juga cerita unik di balik setiap bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.
ALEA Parfum mempunyai komponen penting dalam perjalannya, yaitu 'Cerita'. Satu kata ini menemani ALEA Parfum dalam menyebarkan aromanya di bisnis parfum lokal.
Founder & CEO of ALEA Parfum, Ajeril Shin Chou mengaku tidak mempunyai latar belakang di bidang industri kosmetik. Tetapi hal itu tak menjadi penghalang mimpi bagi Ajeril Shin Chou untuk menghadirkan parfum dengan kualitas bersaing dan harga terjangkau.
Di luar keinginan untuk dapat berkontribusi dalam kemajuan brand lokal, sejak awal mengembangkan ALEA Parfum, kami menekankan hal berbeda yang dapat terlihat melalui brand parfum yang kami hadirkan adalah bagaimana cara ALEA Parfum membangun keterlibatan dengan konsumen,"
Melalui ALEA Parfum, Ajeril Shin Chou ingin menghadirkan produk yang memiliki cerita berbeda namun dekat dengan kehidupan manusia
Ajeril melihat potensi besar pada industri parfum lokal. Terlebih dengan kekayaan sumber daya Indonesia yang mendukung dalam pembuatan wewangian khas Tanah Air. Bahkan faktanya, kata Ajeril Shin Chou, Indonesia telah aktif menjadi produsen bahan mentah parfum dunia.
Untuk menghasilkan produk parfum, kami berkolaborasi dengan produsen lokal. Kami juga bekerjasama dengan perkebunan-perkebunan lokal untuk melengkapi bahan-bahan produk ALEA Parfum,” tambah Ajeril.
Sejumlah strategi untuk memperluas jangkauan penjualan pun dilakukan Ajeril Shin Chou. Salah satunya dengan merambah ranah digital.
Walau berjualan parfum melalui ranah digital bukanlah sesuatu yang familiar, khususnya karena kesulitan untuk menjelaskan produknya. Tetapi kami ingin mempermudah akses dan proses berbelanja, dimana hal tersebut dalam mempengaruhi dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Komentar0