Suara Time, Jakarta - Perayaan HUT ke-2 Future Generation Association (FGA) menjadi momentum penting dalam menegaskan arah dan komitmen organisasi kepemudaan tersebut. Di usia yang masih relatif muda, FGA dinilai telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi struktur organisasi, program kerja, maupun kualitas kepemimpinan internal.
Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas perjalanan dua tahun dalam membangun wadah pembinaan generasi muda yang profesional dan berintegritas. Semangat kebersamaan yang terbangun di antara pengurus dan anggota menjadi bukti bahwa FGA tumbuh dengan fondasi yang kuat dan visi yang jelas.
Dalam sambutannya, Dewan Pembina FGA, Erwin Karouw, menegaskan bahwa usia dua tahun merupakan fase krusial bagi sebuah organisasi. Menurutnya, di tahap ini organisasi harus mampu bertransformasi dari sekadar komunitas menjadi institusi yang memiliki sistem, tata kelola, dan arah strategis yang matang.
Ia menyampaikan bahwa FGA memiliki potensi besar untuk menjadi organisasi generasi muda yang diperhitungkan di tingkat nasional. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan konsistensi, disiplin, dan komitmen kolektif seluruh elemen organisasi.
Kebanggaan terhadap Kepemimpinan Ketua Umum
Dalam kesempatan tersebut, Erwin Karouw secara khusus menyampaikan rasa bangganya terhadap adik asuhnya sekaligus Ketua Umum FGA, Rafie Fikhar. Ia menilai kepemimpinan yang ditunjukkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus mendorong FGA terus berkembang secara progresif.
Menurut Erwin Karouw, kepemimpinan bukan hanya tentang posisi formal, tetapi tentang keteladanan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menyatukan visi seluruh anggota. Ia melihat hal tersebut tercermin dalam gaya kepemimpinan Ketua Umum FGA yang dinilai mampu merangkul, menggerakkan, dan menjaga soliditas tim.
“Saya bangga melihat bagaimana kepemimpinan anak muda bisa berjalan dengan penuh tanggung jawab. Ini menunjukkan bahwa proses pembinaan dan pendampingan selama ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa seorang ketua umum memiliki peran sentral sebagai nahkoda organisasi. Arah, budaya kerja, dan semangat organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di pucuk pimpinan. Karena itu, ia berharap kepemimpinan yang ada saat ini terus dijaga dan ditingkatkan.
Penguatan Profesionalisme dan Sistem Organisasi
Lebih lanjut, Erwin Karouw mendorong agar momentum HUT ke-2 ini dijadikan titik awal untuk memperkuat profesionalisme organisasi. Ia menilai FGA harus memiliki standar kerja yang jelas, indikator keberhasilan program yang terukur, serta evaluasi berkala demi menjaga kualitas.
Menurutnya, generasi muda saat ini hidup dalam era kompetisi global yang ketat. Oleh karena itu, organisasi kepemudaan tidak boleh berjalan tanpa arah. FGA harus mampu menjadi ruang pengembangan kapasitas, peningkatan soft skill, serta pembentukan karakter kepemimpinan yang tangguh.
Ia juga menyoroti pentingnya memperluas jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Dengan membangun sinergi bersama berbagai pihak, FGA dapat memperluas dampak sosialnya sekaligus membuka peluang bagi anggota untuk berkembang lebih jauh.
Menuju FGA yang Lebih Solid dan Berdampak
Perayaan HUT ke-2 ini menjadi simbol komitmen bersama untuk membawa FGA ke level yang lebih tinggi. Semangat kebersamaan, loyalitas anggota, serta kepemimpinan yang solid menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan ke depan.
Dengan dukungan penuh dari Dewan Pembina seperti Erwin Karouw dan kepemimpinan Ketua Umum Rafie Fikhar, FGA diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan profesional dalam setiap langkahnya.
Usia dua tahun menjadi pijakan awal menuju perjalanan yang lebih panjang. FGA kini dihadapkan pada tantangan untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan membuktikan eksistensinya sebagai organisasi generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.

Komentar0