Suara Time, Jakarta - Buku berjudul “Job Analysis: Strategi dan Implementasi Berorientasi Sistem Merit (Mempertimbangkan Kesempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas)” resmi diterbitkan oleh Deepublish pada 2025 dengan nomor ISBN 6342008590 / 9786342008591. Karya setebal 237 halaman ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya dalam memperkuat praktik sistem Merit yang inklusif. Buku ini telah resmi tersedia di berbagai platform digital, termasuk Google Play Books, serta toko buku daring deepublishstore.com, naqibabookstore.com, Gudang Buku Official Tokopedia, serta di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta.
Buku ini ditulis oleh Dr. Dra. Purbudi Wahyuni, M.M., CIHCM., dosen UPN Veteran Yogyakarta yang dikenal luas sebagai Expert di bidang Human Resources (HR). Terbitnya buku ini sekaligus menjadi karya istimewa beliau menjelang memasuki masa purna tugas setelah puluhan tahun berkarya di dunia akademik. Dalam penyusunannya, Dr. Purbudi menggandeng para alumni dan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) UPN Veteran Yogyakarta—Danang Tri Wibowo, S.M., M.M.; Reggita Citrasari Kristianingrum, S.M.; Saskia Nabila Ar Ridwan, S.M.; dan Maulana Muzacky, S.M. Kolaborasi tersebut menghadirkan perspektif yang segar dan relevan, menghasilkan uraian komprehensif mengenai analisis jabatan yang terintegrasi dengan isu besar ketenagakerjaan, yakni kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Menurut Danang, sistem merit hanya efektif jika didukung job analysis yang objektif, terstruktur, dan adaptif terhadap keberagaman. Dengan mengakomodasi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, job analysis bertransformasi dari alat teknis menjadi instrumen sosial yang mendorong praktik ketenagakerjaan lebih humanis, setara, dan inklusif. Menurut Regita dan Saskia, dalam menyusun buku ini, mereka tidak hanya menulis sebagai akademisi, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki hati dan percaya bahwa dunia kerja harus terbuka untuk semua. Job analysis, yang sering dianggap sekadar alat teknis, diangkat sebagai fondasi strategis untuk membangun sistem merit yang adil, manusiawi, dan inklusif. Melalui riset dan pengamatan di dunia akademik, birokrasi, dan bisnis, penulis menekankan bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar kelompok marjinal, melainkan bagian dari kekuatan kerja yang memiliki hak, potensi, dan kontribusi nyata. Oleh karena itu, dunia kerja harus tidak hanya memberi ruang, tetapi memastikan akses yang setara bagi semua.
Maulana Muzacky, mahasiswa Magister Manajemen di balik akun Instagram Zackzackky, dikenal sebagai salah satu influencer yang konsisten menghadirkan konten inklusif. Ia pernah berkolaborasi dengan Aora Wistara, sebuah sekolah inklusif sekaligus wadah pelatihan keterampilan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dan penyandang disabilitas, dengan salah satu mahakaryanya “Batik Wistara”, Brand batik asal Surabaya yang fokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui corak khas Suroboyoan. nama "Wistara" juga merujuk pada karya budaya yang dibuat dengan ketelitian dan cinta oleh tangan-tangan terampil.
Melalui kolaborasi buku ini, zackzackky berharap karya ini menjadi awal kesadaran kolektif bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan sebuah sistem, tetapi juga oleh seberapa adil dan inklusif sistem tersebut memperlakukan setiap manusia. Semoga Buku ini dapat menjadi referensi pijakan bagi penyandang disabilitas, akademisi, praktisi SDM, pengambil kebijakan, serta siapa pun yang memiliki visi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang tidak hanya produktif dan kompetitif tetapi juga Iinklusif, adil dan beradab dalam memastikan tidak ada potensi manusia yang tertinggal. Kita semua memiliki peran dalam membentuk sistem kerja yang lebih tepat, sistem yang tidak hanya mengukur siapa yang paling mampu bekerja, tetapi juga siapa yang paling pantas diberi kesempatan.

Komentar0