![]() |
Mahasiswa KKN Padma Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di SMP Tlogomulyo, Desa Tlogosari, Pati. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Pasuruan – Sekolah kecil kerap menyimpan kisah besar. Hal itu tampak dari pengalaman mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Padma Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di SMP Tlogomulyo, Desa Tlogosari, Pasuruan. Meski sederhana, sekolah ini menjadi saksi lahirnya inisiatif kecil yang membawa makna besar bagi siswa dan lingkungan.
Sebelumnya, sekolah ini hanya memiliki satu tempat sampah yang digunakan untuk menampung semua jenis sampah. Kebiasaan memilah sampah belum pernah diperkenalkan. Melihat kondisi tersebut, tim KKN Padma UMM menghadirkan tempat sampah organik dan non-organik di setiap kelas. Langkah kecil ini diharapkan bisa menumbuhkan budaya bersih sekaligus mendukung keberlangsungan lingkungan.
Tak hanya itu, tim KKN juga mempersembahkan majalah dinding (mading) pertama di SMP Tlogomulyo. Mading tersebut menjadi ruang baru bagi para siswa untuk menyalurkan ide, menempelkan karya, dan menyuarakan pendapat mereka.
Di sisi lain, para mahasiswa juga mengajak siswa mengenal energi terbarukan dengan memperkenalkan panel surya rakitan mini. Edukasi ini menjadi upaya memperkenalkan konsep energi bersih dan ramah lingkungan, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 7 tentang energi bersih dan terjangkau, serta SDGs 13 terkait penanganan perubahan iklim.
Namun, pengalaman paling berkesan justru datang dari interaksi dengan seorang siswa tunawicara. Tanpa kata-kata, komunikasi tetap terjalin melalui tulisan di kertas, tawa, dan gestur sederhana. Dari momen itu, mahasiswa KKN menyadari bahwa inklusi bukan sekadar program, melainkan bentuk pertemuan hati dan penghargaan terhadap perbedaan.
“Setiap anak berhak tumbuh, setiap cerita layak didengar. Dari kebersihan kelas hingga cahaya panel surya mini, semua adalah bagian dari jejak kecil yang kami tinggalkan di SMP Tlogomulyo,” ungkap salah satu mahasiswa KKN Padma UMM.
Kehadiran KKN Padma UMM di SMP Tlogomulyo menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana. Dari sekolah kecil di pelosok desa, cahaya harapan untuk masa depan yang lebih bersih, inklusif, dan ramah lingkungan perlahan menyala.
Komentar0