GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Paul Scholes Soroti Marcus Rashford dan Pilihan Michael Carrick di Manchester United

Paul Scholes, Rashford, Matheus Cunha, dan Michael Carrick. (Foto: Dok/Ist). 

Suara Time, Jakarta – Legenda Manchester United, Paul Scholes, kembali menjadi sorotan setelah komentarnya mengenai Marcus Rashford, Matheus Cunha, dan keputusan pemilihan pemain oleh Michael Carrick.

Scholes menilai Rashford tetap memiliki kualitas dan bakat besar, tetapi performanya di posisi sayap kiri saat ini dinilai belum memberikan kontribusi yang dibutuhkan Manchester United.

Komentar tersebut muncul di tengah sorotan terhadap performa Manchester United pada awal musim 2026/2027. Setan Merah baru saja bermain imbang 1-1 melawan Fulham setelah Matheus Cunha mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89. Hasil itu membuat perhatian kembali tertuju pada performa dan pendekatan taktik Carrick. ([The Guardian][1])

Menurut Scholes, ketika dimainkan di sisi kiri, Cunha mampu memberikan ancaman berbeda melalui permainan yang lebih langsung dan keberaniannya menghadapi bek lawan.

> “Saya tidak bermaksud mengkritik Marcus Rashford sebagai pemain—kita semua mengakui bakat luar biasanya saat ia sedang dalam performa terbaik.”

Scholes kemudian membandingkan kontribusi Rashford dengan Cunha ketika berada di sektor kiri.

> “Namun, saat ini, di posisi sayap kiri, ia tidak memberikan apa yang dibutuhkan oleh Manchester United. Jika melihat kontribusi Matheus Cunha saat bermain di sisi tersebut, ia bermain lugas, berani menantang bek lawan, dan saat ini menghadirkan ancaman yang jauh lebih besar dibandingkan Marcus.”

Scholes Soroti Keputusan Carrick

Dalam pandangan Scholes, Carrick memberikan kesempatan kepada Rashford karena menilai sang pemain masih layak mendapatkan kepercayaan. Namun, mantan gelandang Manchester United tersebut menilai persaingan di level tertinggi seharusnya ditentukan oleh kontribusi pemain di lapangan.

> “Michael Carrick memberikan kesempatan kepada Marcus karena ia merasa sang pemain layak mendapatkannya, namun di level ini, nostalgia dan loyalitas tidak menjamin posisi seseorang.”

Scholes juga memperingatkan bahwa keputusan pemilihan pemain dan pendekatan taktik yang tidak efektif dapat meningkatkan tekanan terhadap seorang manajer.

> “Jika Michael tidak berhati-hati dan terus memaksakan strategi yang tidak efektif di lapangan, keputusan-keputusan semacam itu pada akhirnya bisa membahayakan posisinya sendiri.”

Sorotan terhadap keputusan Carrick memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Manchester United sebelumnya kalah dari Manchester City dan tersingkir dari Carabao Cup setelah menghadapi Brighton, sebelum kemudian hanya mampu bermain imbang melawan Fulham. 

Bukan Hanya Rashford

Scholes disebut tidak hanya menyoroti posisi Rashford. Ia juga mempertanyakan sejumlah keputusan taktis dan pemilihan susunan pemain Manchester United dalam pertandingan terakhir.

> “Terlebih lagi, masalahnya bukan hanya soal Rashford—beberapa keputusan taktis dan pemilihan susunan pemain Michael lainnya dalam pertandingan-pertandingan terakhir, paling tidak, patut dipertanyakan.”

Komentar tersebut sejalan dengan perdebatan yang berkembang mengenai komposisi lini depan United. Sebelumnya, Carrick menjelaskan bahwa Cunha dan Benjamin Sesko menawarkan karakter ancaman yang berbeda, sehingga pilihan pemain bergantung pada lawan, keseimbangan tim, serta ruang yang ingin diserang. Carrick juga menyatakan dirinya puas dengan kontribusi Rashford. 

Pada pertandingan melawan Fulham, Cunha akhirnya menjadi penyelamat Manchester United lewat gol pada menit ke-89. Gol tersebut membuat United terhindar dari kekalahan setelah sebelumnya tertinggal akibat gol bunuh diri Lisandro Martínez. 

Persaingan Posisi di Manchester United

Persaingan untuk mendapatkan tempat di lini serang Manchester United diperkirakan masih akan menjadi salah satu persoalan yang harus dikelola Carrick. Rashford, Cunha, Bryan Mbeumo, dan Sesko memberikan sejumlah opsi berbeda bagi sang manajer.

Sebelumnya, Scholes juga telah memberikan pandangan mengenai struktur lini depan Manchester United. Pada awal September, ia menyoroti penggunaan Cunha dan mempertanyakan posisi pemain asal Brasil tersebut dalam sistem Carrick. 

Dengan persaingan yang semakin ketat, keputusan Carrick dalam menentukan starter akan terus mendapat perhatian. Bagi Manchester United, tantangannya bukan hanya menemukan pemain dengan kualitas individu tinggi, tetapi juga memastikan setiap pemain ditempatkan dalam sistem yang mampu memaksimalkan kontribusinya.

Komentar Scholes mengenai Rashford dan Cunha pun menambah panjang perdebatan mengenai komposisi terbaik Manchester United di bawah Michael Carrick.

Type above and press Enter to search.