Suara Time, Jakarta, 13 Maret 2026 – Semangat kolaborasi dan kebersamaan generasi muda tercermin dalam perayaan ulang tahun Future Generations Association (FGA) yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama, Jumat (13/3). Bertempat di Arimbi Pejaten Suites, acara ini dihadiri sekitar 70 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, praja IPDN, hingga profesional muda.
Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar perayaan, melainkan wadah untuk memperkuat jejaring, membangun komunikasi lintas latar belakang, serta meneguhkan komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.
Dalam sambutannya, Dewan Pembina FGA, Erwin Karouw, menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia menegaskan bahwa anak muda harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini adalah menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan memperkuat rasa saling menghargai.
“Generasi muda harus menjadi penyeimbang di tengah dinamika yang ada. Kita harus mampu menyaring informasi, menjaga persatuan, dan tetap fokus pada tujuan besar yaitu membangun Indonesia,” ujar Erwin Karouw.
Ia juga menekankan bahwa kontribusi generasi muda tidak harus selalu dimulai dari hal besar, tetapi bisa dimulai dari langkah sederhana yang konsisten dan berdampak. Mulai dari aktif di organisasi, berkontribusi di lingkungan sekitar, hingga membangun inovasi di bidang masing-masing.
Lebih lanjut, ia mengaitkan hal tersebut dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, visi tersebut memberikan ruang besar bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai sektor strategis.
“Generasi muda adalah aset bangsa. Dalam Astacita Presiden Prabowo, kita melihat bagaimana pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas. Ini adalah peluang besar bagi anak muda untuk mengambil peran dan menunjukkan kapasitasnya,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama dalam mencapai kemajuan. Generasi muda dari berbagai latar belakang harus mampu bekerja sama, saling mendukung, dan menghindari sikap ego sektoral.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi ringan antar peserta yang membahas peran generasi muda dalam pembangunan bangsa, serta diakhiri dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh keakraban.
Melalui kegiatan ini, FGA diharapkan dapat terus menjadi wadah yang mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki semangat persatuan, kepedulian sosial, dan komitmen kuat terhadap masa depan Indonesia.

Komentar0