![]() |
| Mahasiswa KKN UNAND berkolaborasi dengan mahasiswa Kukerta Tanggap Darurat Kebencanaan UNRI. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Riau — Mahasiswa dari dua perguruan tinggi melaksanakan kegiatan kolaboratif di wilayah terdampak bencana Lareh Nan Panjang Selatan, Kamis (08/01/2026). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) berkolaborasi dengan mahasiswa Kukerta Tanggap Darurat Kebencanaan Universitas Riau (UNRI).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN bertema kebudayaan yang bertujuan menjadikan olahraga sebagai sarana silaturahmi sekaligus trauma healing bagi masyarakat pascabencana. Rangkaian kegiatan berupa gotong royong (goro) dan permainan bola voli dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di Korong Tanjung Balik dan Korong Kampung Dama, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman.
Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain mahasiswa KKN Universitas Andalas (UNAND), mahasiswa Kukerta Tanggap Darurat Kebencanaan Universitas Riau (UNRI), masyarakat setempat, Wali Korong Tanjung Balik Bapak Agusrianto, serta para penggerak pemuda dan olahraga, salah satunya Bapak Sony.
Kegiatan diawali dengan gotong royong pembersihan lapangan voli di Korong Tanjung Balik yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB hingga waktu Zuhur. Mahasiswa bersama masyarakat membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar lapangan. Setelah lapangan dinyatakan bersih dan layak digunakan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan bola voli bersama masyarakat dalam suasana kebersamaan dan penuh keakraban.
Sementara itu, gotong royong di Korong Kampung Dama dilaksanakan setelah waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Kegiatan difokuskan pada pembersihan tumpukan lumpur yang telah mengeras akibat bencana galodo. Wilayah ini merupakan salah satu daerah yang terdampak cukup parah sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam proses pemulihan lingkungan dan sosial masyarakat.
Berdasarkan hasil survei dan identifikasi masalah yang dilakukan mahasiswa sebelum kegiatan, diketahui bahwa lapangan voli di Korong Kampung Dama sudah lama tidak digunakan sejak terjadinya bencana. Salah seorang warga yang ditemui di warung setempat mengungkapkan, “Lapangan ko indak pernah dipakai lai setelah banjir bandang. Banyak warga nan pindah, dan nan tingga masih dalam proses mambarasiahkan rumah. Anak-anak juo kehilangan tampek main.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bencana tidak hanya berdampak pada kondisi fisik lingkungan, tetapi juga pada aktivitas sosial dan ruang bermain anak-anak.
Salah satu penggerak pemuda dan olahraga, Bapak Sony, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Ia mengatakan, “Bapak baharok jo kalian, dengan kalian membarasian lapangan ko, masyarakat sadonya jadi aktif. Sebelum bancana, masyarakat rutin malakukan kegiatan sore, tapi kini indak lagi karena ado bencana. Jadi, dengan goro ko kalian bisa dakat jo masyarakat.”
Melalui kegiatan ini, masyarakat kembali terdorong untuk beraktivitas dan membangun kebersamaan.
Permainan bola voli yang dilaksanakan menjadi sarana hiburan dan kebahagiaan bagi masyarakat setelah melewati masa sulit akibat bencana. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, mengingat olahraga voli merupakan bagian dari budaya dan kebiasaan masyarakat Nagari Lareh Nan Panjang Selatan dalam berbagai kegiatan nagari.
Selain itu, mahasiswa KKN juga telah beberapa kali mengadakan latihan voli rutin pada sore hari di Korong Tanjung Balik bersama masyarakat sekitar. Kegiatan ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Beberapa pelaku UMKM berjualan di sekitar lokasi kegiatan dan mengalami peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung.
Melalui program kebudayaan berbasis olahraga ini, mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang sebagai sarana mempererat silaturahmi, menghidupkan kembali budaya nagari, mendukung proses trauma healing masyarakat pascabencana, serta mendorong peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Komentar0