![]() |
| CV Kans Indonesia berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Desa Watangsono. (Foto: dok/ist). |
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong praktik pertanian berkelanjutan sekaligus menekan biaya operasional petani melalui pemanfaatan bahan alami lokal yang melimpah.
Pelatihan menghadirkan fasilitator dari CV Kans Indonesia, Aghan Valery Azlany Hasyim, S.P., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Aghan menekankan pentingnya beralih ke pestisida nabati untuk menjaga ekosistem lahan dalam jangka panjang.
"Kami ingin menunjukkan bahwa alam telah menyediakan solusi yang kita butuhkan. Dengan pestisida nabati, petani tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga berkontribusi menjaga lingkungan tetap sehat dan produktif," jelas Aghan.
Dalam sesi teknis, para petani diperkenalkan pada khasiat daun pepaya sebagai bahan aktif pengendali hama. Dipilihnya daun pepaya karena ketersediaannya tinggi dan mengandung zat aktif papain yang efektif dalam mengendalikan hama tanaman.
Proses pembuatan didemonstrasikan menggunakan metode perendaman sederhana:
- Pencacahan: Daun pepaya dicacah hingga halus untuk mengeluarkan senyawa aktifnya.
- Perendaman: Bahan yang telah dicacah direndam selama 24 jam.
- Aplikasi: Cairan hasil rendaman siap diaplikasikan ke tanaman.
Selain praktik lapangan, masyarakat juga dibekali dengan leaflet edukasi yang berisi panduan langkah demi langkah pembuatan dan teknik pengaplikasian mandiri di lahan masing-masing.
Antusiasme warga terlihat tinggi selama sesi diskusi, terutama saat membahas efektivitas pestisida nabati. Program ini dinilai sangat relevan bagi mayoritas warga Watangsono yang berprofesi sebagai petani, mengingat harga input kimia di pasaran kian meningkat.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kemandirian petani di Desa Watangsono dapat meningkat dan menjadi langkah awal menuju desa mandiri pertanian yang ramah lingkungan.

Komentar0