![]() |
| PAMILO membeberkan strategi percepatan produksi berbasis intensifikasi lahan, mekanisasi pertanian. (Foto: dok/ist). |
Suara Time, Situbondo - Komunitas Petani Milenial Situbondo (PAMILO) menyatakan kesiapan mengawal target swasembada padi pada 2026. Komitmen itu disampaikan langsung di hadapan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam forum diskusi di Pendopo Rakyat Situbondo, Kamis (12/2) malam.
Dalam paparannya, PAMILO membeberkan strategi percepatan produksi berbasis intensifikasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga regenerasi petani muda melalui program Agriculture Bootcamp. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo.
Miskiyanto, mengatakan target swasembada padi tidak bisa dicapai dengan pola lama.
“Kita butuh lompatan. Produktivitas harus naik, biaya produksi harus ditekan, dan yang paling penting regenerasi harus berjalan. Agriculture Bootcamp kami siapkan untuk mencetak petani muda yang adaptif teknologi dan paham manajemen usaha tani,” ujar Miskiyanto.
Menurutnya, mekanisasi melalui pemanfaatan alsintan seperti transplanter, traktor, hingga combine harvester menjadi kunci untuk menekan kehilangan hasil dan mempercepat siklus tanam-panen. Selain itu, peningkatan indeks pertanaman (IP) dan penguatan manajemen budidaya berbasis data juga masuk dalam roadmap percepatan.
Bupati Situbondo, Mas Rio, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas petani muda menjadi faktor krusial dalam mewujudkan ambisi produksi tersebut.
“Swasembada padi ini bukan sekadar target angka, tetapi komitmen bersama. Pemerintah siap mendukung dengan kebijakan, pendampingan teknis, dan penguatan sarana prasarana. Saya ingin pertanian Situbondo naik kelas dan menarik bagi generasi muda,” kata Mas Rio.
Ia menegaskan, transformasi pertanian harus mengarah pada sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Forum diskusi di pendopo itu menjadi penanda awal konsolidasi besar menuju swasembada 2026. Petani Milenial Situbodno menilai, tanpa percepatan mekanisasi dan regenerasi, target produksi berisiko stagnan. Sebaliknya, dengan sinergi lintas sektor, ambisi swasembada padi dinilai realistis untuk dicapai.
Situbondo kini menghadapi ujian besar: membuktikan bahwa swasembada bukan sekadar slogan, melainkan capaian terukur yang digerakkan generasi baru petani.

Komentar0