GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Pertama di Indonesia, Mahasiswa UNS Hadirkan Buku Panduan Braille Mandarin–Indonesia

Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS). (Foto: Dok/Ist).
Suara Time, Surakarta – Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menyusun dan menulis sebuah Buku Panduan Konversi Braille Mandarin–Indonesia, 10 Januari 2026. Buku ini menjadi karya pionir karena merupakan buku panduan braille Mandarin berbahasa Indonesia pertama yang dikembangkan dan diperkenalkan di Indonesia.

Buku tersebut lahir melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak, sebuah program yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan luaran pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks ini, mahasiswa BMKT FIB UNS memanfaatkan kompetensi kebahasaan dan kebudayaan Mandarin untuk menjawab kebutuhan literasi bagi siswa disabilitas tunanetra.

Selama ini, pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Mandarin, masih belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas penglihatan. Minimnya panduan konversi braille Mandarin–Indonesia menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, buku ini disusun sebagai referensi dasar yang memadukan sistem bahasa Mandarin, bahasa Indonesia, dan kaidah braille secara terstruktur.

Minimnya sumber belajar braille Mandarin di Indonesia menjadi latar belakang utama penyusunan buku panduan ini. Selama ini, pembelajaran bahasa Mandarin bagi penyandang tunanetra masih menghadapi keterbatasan akses bahan ajar yang sesuai. Melalui buku panduan konversi ini, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi berupa panduan yang terstruktur, kontekstual, dan mudah digunakan oleh pengajar maupun pendamping belajar.

Penyusunan buku dilakukan melalui proses kajian sistem bahasa Mandarin, bahasa Indonesia, serta kaidah braille, sehingga menghasilkan panduan yang adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran inklusif. Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial mahasiswa terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Lebih dari sekadar capaian akademik, kehadiran buku panduan Braille Mandarin–Indonesia ini mencerminkan komitmen BMKT FIB UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Program Pembelajaran Hibah Berdampak menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pengabdian yang berkelanjutan.

Ke depan, diharapkan buku panduan ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh sekolah, komunitas disabilitas, serta lembaga pendidikan inklusif, sekaligus membuka peluang pengembangan riset dan inovasi lanjutan di bidang literasi braille dan pembelajaran bahasa asing yang ramah disabilitas.

Komentar0

Type above and press Enter to search.