![]() |
| Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS). (Foto: Dok/Ist). |
Buku
tersebut lahir melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak, sebuah program
yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan luaran pembelajaran yang tidak
hanya bersifat akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks ini, mahasiswa BMKT FIB UNS memanfaatkan kompetensi kebahasaan
dan kebudayaan Mandarin untuk menjawab kebutuhan literasi bagi siswa
disabilitas tunanetra.
Selama
ini, pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Mandarin, masih belum
sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas penglihatan. Minimnya panduan
konversi braille Mandarin–Indonesia menjadi hambatan dalam proses belajar
mengajar. Oleh karena itu, buku ini disusun sebagai referensi dasar yang
memadukan sistem bahasa Mandarin, bahasa Indonesia, dan kaidah braille secara
terstruktur.
Minimnya
sumber belajar braille Mandarin di Indonesia menjadi latar belakang utama
penyusunan buku panduan ini. Selama ini, pembelajaran bahasa Mandarin bagi
penyandang tunanetra masih menghadapi keterbatasan akses bahan ajar yang
sesuai. Melalui buku panduan konversi ini, mahasiswa berupaya menghadirkan
solusi berupa panduan yang terstruktur, kontekstual, dan mudah digunakan oleh
pengajar maupun pendamping belajar.
Penyusunan
buku dilakukan melalui proses kajian sistem bahasa Mandarin, bahasa Indonesia,
serta kaidah braille, sehingga menghasilkan panduan yang adaptif terhadap
kebutuhan pembelajaran inklusif. Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk
kepedulian sosial mahasiswa terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang
disabilitas, khususnya tunanetra.
Lebih
dari sekadar capaian akademik, kehadiran buku panduan Braille
Mandarin–Indonesia ini mencerminkan komitmen BMKT FIB UNS dalam mendukung
pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan
ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Program Pembelajaran Hibah Berdampak
menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pembelajaran di
kelas dengan pengabdian yang berkelanjutan.
Ke
depan, diharapkan buku panduan ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh sekolah,
komunitas disabilitas, serta lembaga pendidikan inklusif, sekaligus membuka
peluang pengembangan riset dan inovasi lanjutan di bidang literasi braille dan
pembelajaran bahasa asing yang ramah disabilitas.

Komentar0