GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Lost and Found 2026: Dari Komunitas Kecil Menuju Gerakan Kolaboratif

Lost and Found, yang berdiri sejak 2017–2018. (Foto: Dok/Ist).
Suara Time, Jakarta — Apa yang dimulai sebagai jasa titip kecil kini berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas komunitas. 

Lost and Found, yang berdiri sejak 2017–2018, menunjukkan bagaimana konsistensi dan adaptasi mampu membawa usaha kecil ke panggung yang lebih luas. 

Setelah sukses menggelar bazaar perdana di Lobi-Lobi SCBD pada 2024, Lost and Found terus memperluas jangkauan melalui berbagai garage sale di Kopi Kalyan Wijaya, Billy’s Block, dan Mardin Baklava sepanjang 2025. 

Didirikan oleh Karina Soeyono dan Catherine Claudia Oendoen, Lost and Found mengedepankan nilai inklusivitas, keberlanjutan, dan pemberdayaan UMKM. Puncaknya, pada 23 Februari–1 Maret 2026, “Ramadhan Sorea by Lost and Found” akan hadir di Bidakara A Point dengan 50 tenant. 

Acara ini menjadi simbol pertumbuhan yang konsisten sekaligus komitmen untuk terus menghadirkan ruang yang aman, kreatif, dan penuh kolaborasi. Lost and Found membuktikan bahwa dari langkah kecil, lahir perjalanan besar yang berdampak

Komentar0

Type above and press Enter to search.