![]() |
| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Muh. Dikcy Rezeki Ari Sandi Putra. (Foto: dok/ist). |
Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai respons atas meningkatnya kasus penipuan digital, seperti investasi ilegal berkedok fintech, pinjaman online tidak resmi, hingga penawaran trading dan aset kripto yang menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko yang jelas. Dalam pemaparannya, Muh. Dikcy Rezeki Ari Sandi Putra menjelaskan secara komprehensif mengenai pengertian fintech dan cryptocurrency, manfaat serta potensi risikonya, serta berbagai modus kejahatan finansial modern seperti skema ponzi online, phishing, dan promosi investasi palsu melalui media sosial. Ia juga memberikan edukasi mengenai cara memeriksa legalitas platform digital dan pentingnya menjaga keamanan data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain penyampaian materi dan diskusi interaktif, mahasiswa juga membagikan buku saku literasi keuangan digital kepada peserta sebagai panduan praktis yang dapat dibawa dan dipelajari kembali secara mandiri. Buku saku tersebut berisi ringkasan materi, ciri-ciri investasi ilegal, serta langkah-langkah pencegahan kejahatan finansial digital. Antusiasme peserta, khususnya remaja, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Somba Opu semakin waspada terhadap kejahatan finansial modern dan mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Komentar0