![]() |
| Alfath Fadhiilah, Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Foto: Dok/Ist). |
Suara Time, Opini - Produk kecantikan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari hari banyak orang, terlebih lagi bagi kaum Wanita untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengekspresikan identitasnya. Sehingga banyak sekali di media sosial yang beredar menawarkan produk kecantikan yang menjanjikan kulit sehat dan menawan.
Dalam pesatnya perkembangan media sosial ada banyak hal hal terkait agama justru menjadi komoditas yang di jual selayaknuya barang dagangan. Agama bukan lagi menjadi praktik spiritual, namun telah menjadi simbol yang di bisniskan. Diantaranya seperti menjual produk kecantikan dengan promosi dengan label agama, untuk meraup keuntungan walaupun barang tersebut kurang jelas legalitas jualnya.
Pada awal tahun 2025 Dunia media sosial Kembali di hebohkan dengan promosi produk kecantikan yang mengaitkan diri dengan nuansa Islami, kali ini melibatkan nama Ning Salma yang ramai di sorot oleh netizen. Sosok influencer yang di kenal luas di kalangan santri menjadi sorotan setelah mempromosikan Krim Tarim.
“Terus mengapa Krim Tarim yang di promosikan Ning Salma menuai banyak sorotan di Masyarakat?” atau “apakah Krim Tarim barbahaya?”. Untuk itu kita akan bahas mengapa hal tersebut bisa menjadi viral di Masyarakat.
Di karenakan Ning salma Merupakan istri dari Gus Ivan yang memiliki keturunan tokoh agama di Indonesia yaitu K.H Hasyim Asy’ari dan anak dari pengasuh pondok pesantren Tebuireng, sehingga Isri Gus Ivan kerap di sebut “Ning” yang merupakan panggilan kehormatan yang biasa di gunakan untuk Wanita dari keluarga kyai atau tokoh agama di lingkungan pesantren dan Masyarakat jawa,yang menjadikan Ning Salma di kenal oleh Masyarakat luas.
Dan kebetulan Ning Salma merupakan seorang influencer yang aktif di media sosial dan memanfaatkan media sosialnya sebagai sarana mendapatkan keuntungan. Dengan ke tenarannya di media sosial, di situlah memiliki peluang untuk membuka jasa titip (jastip) produk yang berasal dari kota Tarim yang di kenal dengan Krim Tarim.
Dan yang membuat dirinya viral, Pertama yaitu Dari segi promosinya yang mengklaim selain dapat mencerahkan wajah, krim tarim di kaitkan dengan narasi “berkah” karena konon krim tersebut berasal dari Yaman Kota Tarim, walaupun nama asli produk tersebut ialah “Arrusa” yang berarti “Pengantin” dalam Bahasa Arab. Namun dipasarkan sebagai “Tarim” agar memperkuat bahwa produk tersebut berasal dari Negara Yaman kota Tarim yang di berkahi, supaya memberi Kesan autentik agar meningkatkan daya Tarik krim tersebut. Dari promosinya tersebut mendapat perhatian luas karena ia adalah seorang publik figur dan istri dari Gus Ivan, sehingga menarik minat followers media sosial yang percaya dari apa yang di promosikan Ning Salma, membuat banyak orang tertarik mencoba dan membagikannya.
Yang kedua yaitu Krim Tarim yang di promosikan Ning Salma tidak terdaftar di BPOM, yang artinya tidak memiliki nomor izin edar dan kemasan tanpa daftar kandungan. Itulah penyebab yang paling di sorot di karenakan memicu kekhawatiran bagi Masyarakat.
Sebagaimana di negara Indonesia telah membuat peraturan mengenai penjualan produk tanpa izin edar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dapat di kenakan sanksi pidana dan denda yang cukup berat. Sanksi ini di atur dalam beberapa undang undang, termasuk Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang Undang Nomor 8 tentang perlindungan konsumen.
Dari Kasus tersebut, para influencer yang ahli di bidang kecantikan seperti dr. Abelina Dini Fitria memberikan kritikan mengenai Krim Tarim tersebut. Dalam postingan tik tok nya dengan username @dr. Incognito, yang merupakan konten kreator yang membongkar hasil uji lab kandungan skincare.
Vidio yang di posting pada tanggal 01/02/2025. Dr. Abelina DF dalam vidionya menyuarakan terkait Krim Arrusa atau yang di sebut Krim Tarim, ia tak ingin menggunakannya di karenakan label yang sulit di mengerti dan tidak bisa di google translet untuk memastikan adanya kandungan merkuri yang berbahaya apabila ia gunakan, Dalam video dengan durasi 23 detik tersebut sudah di like 100 ribu lebih dan sudah di bagikan sebanyak 5.979 kali. Hingga banyak terdapat komenan dari netizen yang merasa khawatir apabila menggunakan Krim Tarim.
Selain dr. Incognito, ada juga dr. Kamila Jaidi yang sama sebagai konten kreator bidang skincare yang sama menyuarakan terkait Krim Tarim, Dalam video shorts youtube nya di psting pada 06/01/2025, dengan durasi 59 detik, dalam vidionya dr. Kamila jaidi menemukan keanehan Ketika melihat cara pemakaian krim tersebut 3 kali sehari, menurutnya menjadi berantakan dalam pemakaiannya, Krim Tarim harus di pakai saat kapan?, Pagi, siang, apa malam. Kemudian dr. Kamila menjadi kebingungan ketika Krim Tarim bisa di gunakan di ketiak dan selangkangan, yang menurut nya ketebalan antara kulit wajah dan aggota kulit yang lain itu jelas jelas berbeda.
Dari beberapa konten kreator yang telah menyuarakan opini nya di atas dapat memberi Pelajaran kepada Masyarakat agar lebih teliti dalam membeli sebuah produk kecantikan. Video viralnya kasus Ning Salma hanya meningkatkan kesadaran agar supaya Masyarakat dapat memastikan untuk mengecek legalitas produk yang ingin di beli, apakah terdapat izin dari BPOM atau belum. Pastikan ada daftar bahan aktif, sertifikasi resmi, dan review dari sumber terpercaya, walaupun ada beberapa penilaian Masyarakat ketika menggunakan KrimTarim ia merasa cocok dengan wajahnya atau aman aman saja Ketika di gunakan.
Oleh karena itu kita perlu mencari tau lebih dalam dari produk yang akan kita konsumsi, jangan langsung percaya Ketika ada orang yang mempromosikan sebuah produk walaupu orang yang mempromosikannya merupakan seorang publik figure, berasal dari keluarga kyai, atau memiliki panggilan kehormatan seperti “Ning”. Dari sini kita perlu bijak dalam memilah dan memilih Ketika perkembangan media sosial begitu pesat. Untuk itu waspadai risiko kulit dari produk tak berizin, lebih baik pilih produk yang aman dan jelas legalitasnya.
*) Penulis adalah Alfath Fadhiilah, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN SUNAN KALIJAGA Yogyakarta.

Komentar0